TribunJateng/

KASUS NARKOBA

Berdalih Menambah Stamina, Sopir Truk Ini Nekat Nyabu

Polres Temanggung, Jawa Tengah, mencokok Ipung Cahyono (37), seorang sopir truk asal Kabupaten Semarang lantaran kedapatan nyabu.

Berdalih Menambah Stamina, Sopir Truk Ini Nekat Nyabu
tribunjateng/humas polres temanggung
Aparat Reserse dan Narkoba Polres Temanggung, Jawa Tengah, mencokok Ipung Cahyono (37), seorang sopir truk asal Kabupaten Semarang lantaran kedapatan nyabu. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Aparat Reserse dan Narkoba Polres Temanggung, Jawa Tengah, mencokok Ipung Cahyono (37), seorang sopir truk asal Kabupaten Semarang lantaran kedapatan nyabu.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto melalui Kasubag Humas, AKP Henny Widiyanti mengatakan, Ipung Cahyono ditangkap setelah ketahuan aparat Reserse dan Narkoba Polres Temanggung sedang mengonsumsi sabu-sabu di gudang rongsokan besi di Desa Kandangan, Temanggung, Jumat (10/3/2017).

Menurut Henny Widiyanti, dalam penangkapan tersebut polisi menyita barang bukti berupa sebungkus plastik berisi sabu-sabu seberat 1,81 gram, alat hisap, korek api warna biru, dan satu unit telepon seluler.

“Semula tersangka sempat mengelak, namun saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan bungkusan plastik berisi sabu-sabu di saku celananya,” katanya.

Ipung Cahyono diakui Kasubag Humas Polres Temanggung sudah menjadi incaran aparat Reserse dan Narkoba Polres Temanggung karena berdasarkan informasi dari masyarakat, setiap kali datang untuk mengambil besi rongsokan di gudang tersebut selalu mengonsumsi sabu-sabu.

“Berdasarkan informasi warga tersebut, petugas kemudian melakukan pengintaian dan pengawasan terhadap gerak-gerik tersangka,” katanya..

Berdasarkan pengakuan Ipung, menurutnya Ia hanya mengonsumsi sabu-sabu untuk meningkatkan semangat kerja karena pekerjaan sebagai sopir membutuhkan tenaga ekstra.

“Hampir setiap hari saya bolak-balik Semarang-Temanggung, dengan mengonsumsi sabu-sabu ini cukup membantu saya,” aku Ipung.

Menurut tersangka kasus narkoba itu, dirinya sudah mengonsumsi sabu-sabu dalam beberapa bulan terakhir. Setiap bulan, ia setidaknya mengonsumsi 1 gram sabu-sabu. Barang haram yang selama ini dibelinya melalui pesan singkat (SMS).

Ia juga menyangkal pernah menjualbelikan barang haram tersebut. Ipung bahkan menyangkal pernah mengajak orang lain saat mengonsumsi sabu-sabu.

Henny Widiyanti mengatakan, tersangka selanjutnya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) dengan lebih subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (tribunjateng/humas polres temanggung)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help