TribunJateng/

Inilah Dugaan Penyebab Kematian Sujadi yang Ditemukan Tergeletak di Teras Kantor Ekspedisi

Penyebab tewasnya pria tersebut masih diselidiki kepolisian. Pihak yang menanganinya adalah Polrestabes Semarang.

Inilah Dugaan Penyebab Kematian Sujadi yang Ditemukan Tergeletak di Teras Kantor Ekspedisi
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Sejumlah warga berkerumun di lokasi penemuan jenazah, kawasan Pekunden Timur no 1034 A, Semarang Tengah, Kamis (16/3/2017) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyebab tewasnya Sujadi yang ditemukan tergeletak di depan sebuah kantor ekspedisi di Jalan Pekunden Timur no 1034 A RT 8 RW 2 Kelurahan Pekunden, Semarang Tengah, masih belum bisa dipastikan.

Ada beberapa dugaan yang satu dengan lainnya berbeda.

"Kami menduga penyebab kematian pria itu karena pembunuhan dan pengancaman. Tapi menurut keterangan Inafis Polrestabes Semarang, kuku korban berwarna hitam sehingga diduga kena serangan jantung," terang Kapolsek Semarang Tengah Kompol Kemas Indra Natanegara, Kamis (16/3/2017) malam.

Baca: Jenazah Sujadi Ditemukan Telungkup Berlumuran Darah di Bagian Pelipis, Tangan Kanan Mengepal

Dia menegaskan penyebab tewasnya pria tersebut masih diselidiki kepolisian.

Pihak yang menanganinya adalah Polrestabes Semarang.

Kapolsek mengatakan korban kali pertama ditemukan Djati Kumoro (44) pada pukul 18.00.

Saat itu saksi kembali ke kantor ekspedisi dalam keadaan listrik padam.

"Lalu saksi menemukan koban dalam keadaan tertelungkup dengan posisi tangan kanan menggenggam serta pelipis sebelah kiri luka mengeluarkan darah," imbuhnya.

Selanjutnya saksi memberi tahu temuan ini ke Polsek Semarang Tengah.

Selanjutnya petugas mendatangi lokasi penemuan mayat.

Jenazah Sujadi kemudian dibawa ke RSUP dr Kariadi. (*)

" Kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh Polrestabes Semarang dan dilakukan pemeriksaan terhadap Saksi di lingkungan kerja korban," tuturnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help