TribunJateng/

PT SMJ Mengaku Tidak Mampu Menyelesaikan Tuntutan Warga Sragi Dalam Sehari

Setelah didemo dan sembilan armada truk pengangkut material tanah ditahan warga, akhirnya pihak PT SMJ angkat bicara

PT SMJ Mengaku Tidak Mampu Menyelesaikan Tuntutan Warga Sragi Dalam Sehari
Tribun Jateng/Muh Radlis
Puluhan Warga Melakukan aksi di pertigaan Jalan Raya Sragi, Kabupaten Pekalongan, Kamis (16/3/2017). Mereka memprotes PT SMJ yang tidak memperhatikan material tanah urukan tol yang berceceran di jalan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Setelah didemo dan sembilan armada truk pengangkut material tanah ditahan warga, akhirnya pihak PT SMJ angkat bicara.

PT SMJ merupakan pelaksana proyek jalan tol Pemalang-Pekalongan-Batang.

Warga Sragi, Kabupaten Pekalongan mendemo PT SMJ lantaran kesal tanah urukan proyek jalan tol itu berceceran di jalan dan membuat jalanan menjadi becek setiap hujan, sementara ketika panas debu beterbangan hingga masuk ke dalam rumah warga.

Setelah dimediasi oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan di kantor Lurah Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Kamis (16/3/2017), perwakilan dari PT SMJ, Veeraraghavan Ganesan meminta maaf di hadapan puluhan warga
Veeraraghavan mengaku pihaknya akan memenuhi tuntutan warga yang meminta agar material tanah tidak mengotori jalan dan memperbaiki jalan yang rusak.

"Kami buru-buru dikejar target, jadi kemungkinan ada yang terlewat. Kami upayakan memenuhi permintaan warga," katanya.

Dia mengatakan pihaknya akan berusaha agar material tanah yang menempel di dump truk tidak berceceran di jalan. Selain itu, tanah material yang diangkut juga akan ditutup menggunakan terpal.

"Kami siap mencuci ban truk itu sebelum ke jalanan, kami akan laksanakan. Nanti kami akan tambah lagi truk tangki penyiram jalan," katanya.

Meski berjanji akan melaksanakan tuntutan warga, namun Veeraraghavan mengaku tidak bisa menyelesaikannya dalam satu hari.

"Kalau sehari ini dilaksanakan kami tidak sanggup. Satu per satu akan kami laksanakan," katanya.
Terkait permintaan warga yang meminta angkutan material diganti yang lebih kecil, Veeraraghavan mengatakan truk kecil tidak akan mampu mengangkut material tanah.

"Kami dikejar target penyelesaian, kalau pakai truk kecil tidak akan mampu," katanya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help