Tanggul di Sayung Diduga Dijebol, Kades Setempat Khawatir Dua Dukuh Tenggelam

Dengan adanya penjebolan tersebut ia khawatir akan memicu konflik sosial kelompok warga.

Tanggul di Sayung Diduga Dijebol, Kades Setempat Khawatir Dua Dukuh Tenggelam
Istimewa
Tanggul Layur yang jebol mengakibatkan air dari wilayah Semarang memasuki pemukiman dan lahan pertanian di Desa Sayung, Kamis (16/3/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Tanggul Layur di Desa Sayung, Demak yang menjadi batas kewilayahan Demak dengan Semarang diduga dijebol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Demikian dikatakan Kades Sayung Munawir, Kamis (16/3/2017).

Akibatnya air dari Semarang yang mengalir ke Sayung lebih deras.

"Meski belum membanjiri tapi saya khawatir jika debit air kembali naik karena hujan dua dukuh kami Ngepreh dan Ngablaksari akan kembali tenggelam," jelasnya.

Ia menjelaskan, Tanggul Layur merupakan aset Desa Sayung.

Pada 2015 hingga 2016 tanggul telah ditinggikan oleh desa dg sumber Dana Desa.

"Tanggul itu memiliki beberapa fungsi di antaranya untuk menjaga teritorial area perbatasan kewilayahan, sebagai bendungan yang menahan luapan banjir dari wilayah Kudu, Semarang ke wilayah sayung," beber Nawir.

Dengan adanya penjebolan tersebut ia khawatir akan memicu konflik sosial kelompok warga.

"Tujuh tahun terakhir ini dua dukuh tersebut secara grografis kewilayahannya telah menjadi rawa serta potensi pertanian baik padi, palawija hilang. Jika tanggul dibuka seperti ini kami khawatir akan semakin kompleks permaslahannya," jelasnya.

Munawir menyatakan telah berkoordinasi dengan Camat Sayung tentang persoalan tersebut.

Hal itu karena jebolnya tangguk itu melibatkan teritorial lintas daerah. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help