TribunJateng/

Pilkada Serentak di Jateng

Sore Ini, Gugatan Pilkada Salatiga Disidangkan di MK

Pada Jumat (17/3/2017) sore hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pedahuluan terhadap perkara perselisihan hasil Pilwakot Salatiga

Sore Ini, Gugatan Pilkada Salatiga Disidangkan di MK
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
Bakal Walikota Salatiga nomor urut satu, Agus Rudianto berswafoto dengan keluarga di kediaman wilayah Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu (15/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pada Jumat (17/3/2017) sore hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pedahuluan terhadap perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga Tahun 2017.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jateng, Jumat (17/3/2017), sama seperti sidang di hari sebelumnya, terdapat tiga season dalam pelaksanaannya, yakni pukul 09.00, pukul 14.00, dan pukul 16.00. Adapun untuk perkara Pilkada Salatiga dilaksanakan pukul 16.00.

Gugatan sengketa terhadap Pilkada Salatiga memperoleh urutan ke 22 dari 23 perkara yang pada hari ini disidangkan. Adapun nomor perkara atas sidang tersebut adalah 30/PHP.KOT-XV/2017. Selain Salatiga, sebelumnya khusus di wilayah Jawa Tengah, di hari yang sama juga telah disidangkan perkara gugatan atas Pilkada Pati dan Jepara.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Agus Rudianto-Dance Ishak Palit, Suniprat mengatakan, sidang yang segera dilaksanakan sore ini di Gedung MK Jakarta tersebut merupakan sidang pendahuluan sebagai tindaklanjut dari pengajuan permohonan gugatan yang sebelumnya telah dikirim dan didaftarkan.

“Dari Salatiga ada beberapa yang hadir di sidang tersebut, seperti Dance Ishak Palit sebagai pemohon, Ketua DPC PDIP Salatiga Teddy Sulistio, dan Ketua Badan Saksi Pemilihan Umum Nasional (BSPN) PDIP Salatiga M Kemat. Untuk hal-hal teknis di sana, semua sudah ditangani DPP PDIP,” kata Suniprat kepada Tribun Jateng, Jumat (17/3/2017).

Ketua BSPN PDIP Salatiga M Kemat kembali menegaskan, dalam hal ini yang digugat adalah pihak penyelenggara atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga. Pihaknya menduga dan menemukan adanya beberapa kecurangan secara sistematik dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga 2017.

“Dan kami yakin serta optimis, gugatan berupa permohonan untuk penghitungan suara ulang di Kota Salatiga bakal memperoleh persetujuan atau restu dari MK. Untuk seluruh bukti pun kami rasa sudah sangat valid yang saat ini juga telah dipegang tim advokat DPP PDIP. Di sini, kami akan terus berkonsolidasi dan berkoordinasi,” jelas Kemat. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help