TribunJateng/

Wakil Ketua Komisi VII DPR Tolak Izin Pabrik Semen Rembang, Kecuali. . . .

Dia tegaskan, Petani Kendeng itu bukan asal menolak pendirian pabrik semen di sekitar lokasi tempat mereka tinggal.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Tolak Izin Pabrik Semen Rembang, Kecuali. . . .
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng melanjutkan aksi protes memasung kaki dengan semen di depan Istana Negara, besok, Rabu (15/3/2017). Pada hari ketiga aksi protesnya ini, jumlah petani yang menyemen kaki pun bertambah menjadi 20 orang. Dua hari sebelumnya, sebelas petani sudah mencor kakinya lebih dulu. Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Joko Prianto mengatakan, sembilan petani yang terdiri dari dua perempuan dan tujuh laki-laki ini, berasal dari Pati dan Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali menolak izin operasional Pabrik Semen tanpa Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di Rembang.

"Saya dengan tegas menolak izin operasional pabrik Semen Rembang," kata Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut kepada Tribunnews.com, Jumat (17/3/2017).

Ia memandang suara penolakan warga Kendeng masih sangat cukup kuat.

"Artinya apa, artinya gubernur tidak boleh asal gunakan kewenangan berikan izin tanpa mengindahkan warga yang menjadi korban," katanya.

Dia tegaskan, Petani Kendeng itu bukan asal menolak pendirian pabrik semen di sekitar lokasi tempat mereka tinggal.

Menurutnya, ada dasar yang cukup kuat mereka melakukan resistensi.

Sumber daya air dan lingkungan hidup pendukung mata pencarian hidup mereka bisa rusak akibat operasi pabrik semen nantinya.

Ia meminta semua pihak tunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

Dengan adanya kajian tersebut tentu akan memperkaya cara pandang terhadap persoalan yang terjadi.

"Kami harap kajian itu bisa memberikan pandangan yang adil bagi warga Kendeng," katanya. (Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau)

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help