TribunJateng/

Korupsi e KTP

KPK Terus Cari Bukti Buru Tersangka Baru

Kasus tindak pidana korupsi proyek pengadaan KTP berbasis NIK periode 2011-2012 terus bergulir.

KPK Terus Cari Bukti Buru Tersangka Baru
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi (kanan) bersama mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap bersiap memberikan keterangan pada sidang lanjutan dugaan Korupsi proyek E-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3/2017). Pada sidang yang menghadirkan enam saksi itu, Gamawan mengaku tidak menerima uang dari proyek E-KTP. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus tindak pidana korupsi proyek pengadaan KTP berbasis NIK periode 2011-2012 terus bergulir.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berupaya mencari bukti-bukti untuk menjerat tersangka baru.

Sidang kasus e-KTP tersebut sudah digelar dua kali di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sidang itu menjadi bahan KPK mencermati fakta-fakta persidangan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan fakta-fakta persidangan itu akan dikembangkan oleh KPK sebagai upaya untuk menjerat tersangka baru.

"Kami mengamati dan mencermati proses persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP. Fakta itu penting bagi KPK membuktikan dakwaan dua terdakwa (Irman dan Sugiharto)," ujar Febri Diansyah, Jumat (17/3/2017).

Sejauh ini, persidangan sudah masuk ke agenda pemeriksaan saksi. Pada Kamis kemarin, sudah ada tujuh orang saksi dimintai keterangan terkait kasus korupsi yang menelan kerugian sebesar Rp 2,3 triliun.

Mereka yaitu, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, Kabiro Perencanaan Kemendagri 2014-2010 Yuswandi A Temenggung.

Ada juga eks Ketua Komisi II DPR RI Chaeruman Harahap, Elvius Dailami, Direktur Utama PT Karsa Wira Utama Winata Cahyadi dan Dirjen Administrasi Kependudukan 2005-2009 Rasyid Saleh.

"Kemarin banyak fakta yang sudah disampaikan, baik untuk pembuktian kedua terdakwa maupun kepentingan pengembangan kasus karena KPK tidak berhenti pada dua terdakwa," tutur Febri.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Irene Putrie, mengaku masih fokus kepada alur penganggaran di proyek kasus korupsi e-KTP.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help