TribunJateng/

Air Selokan Berubah Warna Jadi Hijau, Warga Lapor ke Hendi dan Ganjar

Pemilik akun twitter @JenniferAdhya mengeluhkan kondisi kali di Jalan Kolonel Sugiono, Kota Semarang, kadang berubah warna.

Air Selokan Berubah Warna Jadi Hijau, Warga Lapor ke Hendi dan Ganjar
tribunjateng/ist
Pemilik akun twitter @JenniferAdhya mengeluhkan kondisi kali di Jalan Kolonel Sugiono, Kota Semarang, kadang berubah warna. Terakhir, selokan berwarna hijau pada, Senin (6/3) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Pemilik akun twitter @JenniferAdhya mengeluhkan kondisi kali di Jalan Kolonel Sugiono, Kota Semarang, kadang berubah warna. Terakhir, selokan berwarna hijau pada, Senin (6/3) lalu.

Jennifer membagikan foto dan video saat kondisi kali tersebut berwarna hijau pada Senin (13/3) lalu.

"@tribunjateng ini foto di jl kolonel sugiono pak. Kalo bisa dibantu telusuri," demikian informasi yang disampaikan Jennifer kepada Tribun Jateng.

Jennifer juga menandai akun resmi twitter Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, @hendrarprihadi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, @ganjarpranowo.

Jennifer juga membuat tanda pagar (tagar) #LaporHendi sebagai pelaporan langsung kepada walikota. "#LaporHendi @hendrarprihadi tolong ditindak pak: kali sepanjang johar-kolonel sugiono berwarna seperti ada org buang limbah sembarangan @ganjarpranowo," tulis Jennifer.

Ketika Tribun Jateng menelusuri informasi awal tersebut, Jennifer mengatakan, "Ini kali tembusan dari Poncol, Johar ke arah Kota Lama. Itu kejadian sehari pada 6 Maret kemarin. Kali berwarna hijau, seperti ada yang buang limbah. Sekarang sudah kembali normal," ujarnya.

Jennifer berharap Pemkot Semarang mencari tahu dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait dugaan pencemaran yang meresahkan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Gunawan Saptogiri mengatakan akan menerjunkan petugas untuk mengambil sampel air di sana. "Terima kasih atas laporannya. Tolong bisa lapor ke kami jika air kembali berwarna hijau. Akan kami terjunkan petugas untuk mengambil sampel apakah benar limbah atau bukan dan kandungannya apa," ujarnya, Minggu (19/3).

Gunawan mengatakan pernah mendapatkan laporan serupa di wilayah Gajahmada. "Setelah kami ambil sampel air. Ternyata itu mengandung cat. Ada yang membersihkan kaleng cat sembarangan sehingga selokan atau kali berwarna. Karena pas hujan jadi kemana-mana," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono menyayangkan adanya dugaan pembuangan limbah di saluran Kolonel Sugiono. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengecek dan menelusuri penyebab air berwarna hijau. "Kalau saya lihat itu pembuangan limbah sembarangan. Dinas Lingkungan Hidup harus menelusuri dan menindak tegas apakah itu dilakukan perorangan atau perusahaan," ujarnya.

Pembuangan limbah sembarangan, kata Suharsono, melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 32 tahun 2009. "Di dalam undang-undang tersebut secara tegas memberi sanksi bagi pelaku pembuangan limbah sembarangan yakni sanksi pidana dan denda. Tidak lagi peringatan. Pengolahan limbah wajib dilakukan bagi yang melakukan kegiatan produksi," ujarnya.

Suharsono mengungkapkan pelaku membuang limbah sembarangan kadang di waktu hujan. "Pemantauan intensif dilakukan saat musim hujan dan malam hari karena kebanyakan pelaku melepaskan limbah di saat hujan dan malam hari," ujarnya.

Pelaku membuang limbah sembarangan karena mereka tidak sabar atau enggan mengeluarkan biaya untuk pengolahan limbah. "Pengolahan limbah yang benar yakni netral, tidak membahayakan, tidak berbau dan tidak berwarna. Mereka kadang tidak sabar karena pengolahan limbah butuh biaya dan waktu yang tidak sebentar. Mereka butuh mesin dan tenaga. Perlu pemantauan jangan sampai mengganggu lingkungan di Kota Semarang," ujarnya. (tribunjateng/galih permadi)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help