Nanti Malam Man City Menjamu Liverpool, Pep Milih Dipecat Ketimbang Disuruh . . .

Duel yang menyajikan sepakbola menyerang akan tersaji saat Man City menjamu Liverpool di Etihad Stadium, Minggu (19/3).

Nanti Malam Man City Menjamu Liverpool, Pep Milih Dipecat Ketimbang Disuruh . . .
TRIBUNJATENG/CETAK
Duel yang menyajikan sepakbola menyerang akan tersaji saat Man City menjamu Liverpool di Etihad Stadium, Minggu (19/3). Pep Guardiola dan Jurgen Klopp selama ini memang dikenal sebagai pelatih yang "menuhankan" sepakbola menyerang. 

TRIBUNJATENG.COM - Duel yang menyajikan sepakbola menyerang akan tersaji saat Man City menjamu Liverpool di Etihad Stadium, Minggu (19/3). Pep Guardiola dan Jurgen Klopp selama ini memang dikenal sebagai pelatih yang "menuhankan" sepakbola menyerang.

Bagi Guardiola, taktik yang mengandalkan permainan penguasaan bola dominan dan menyerang adalah prinsip yang tak bisa diubah. Apapun kondisinya, ia tak mau mengkhianati taktik yang sudah dipelajarinya sejak jadi pemain Barcelona itu. Pep bahkan memilih dipecat ketimbang harus mengubah taktik menyerang itu.

"Saya tidak akan mengubah pola permainan saya. Saya lebih memilih pulang ke rumah (meninggalkan Man City) ketimbang harus mengubah gaya main," katanya mengutip dari BBC Sport.

Pep Guardiola
Pep Guardiola (Net)

===========
Live On RCTI, beIN Sports 1
hari Minggu (19/3)
Pukul 23.30 WIB
===========

Strategi menyerang itu sebenarnya sudah jadi bumerang ketika Man City bertandang ke markas AS Monaco di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (16/3) dinihari. Meski hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke perempat final, Pep tetap memaksa anak buahnya tampil menyerang. Hasilnya, Man City takluk 3-1 dan gagal lolos ke babak 8 besar karena kalah agresivitas gol tandang.

Kendati demikian, Guardiola mengisyaratkan dirinya tidak akan mengubah gaya bermain menjadi lebih bertahan ketika menghadapi Liverpool nanti malam. Ia menilai Man City tidak memerlukan perubahan signifikan di lini pertahanan saat melawan Liverpool. Alasannya, City bisa memperlihatkan peningkatan signifikan di babak kedua saat melawan Monaco.

"Kami memang perlu bertahan lebih baik. Namun, sebagai contoh pada babak kedua melawan Monaco, berapa banyak peluang yang bisa mereka ciptakan? Nol, mereka mencetak gol dari tendangan bebas," kata Guardiola seperti dilansir situs resmi Manchester City. "Masalah pada babak pertama adalah kami tidak bisa menciptakan peluang melawan Monaco. Itulah yang saya khawatirkan. Bukan karena peluang yang mereka dapatkan," ucapnya.

Untuk mendukung strategi menyerang itu, Guardiola pun akan kembali mengandalkan Sergio Aguero sebagai ujung tombak lini depan, mengingat penyerang Argentina itu adalah pemain Man City yang paling akrab dengan gawang Liverpool ketika bermain di Etihad. "Aguero adalah yang paling tajam di kotak penalti," kata James Milner, gelandang Liverpool yang pernah lima musim berseragam biru langit Manchester City.

Namun Aguero bukan satu-satunya andalan dalam sepakbola menyerang ala Pep. Pelatih asal Spanyol itu juga punya David Silva, Raheem Sterling, Kevin de Bruyne, dan Leroy Sane yang memiliki naluri menyerang tak kalah tajamnya. "David Silva pemain yang luar biasa. Dia selalu mendapat banyak kesempatan dan menyelesaikannya dengan sangat baik," kata Milner mengutip dari laman resmi Liverpool. "Raheem Sterling bisa sangat baik," imbuhnya.

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp ()

Sementara itu di kubu Liverpool, Jurgen Klopp akan bertumpu pada ketajaman Philippe Coutinho dan Sadio Mane. Coutinho adalah pemain yang paling banyak mencetak gol di Liga Premier Inggris ke gawang Man City dibanding ke gawang tim lain, dengan torehan 4 gol. Sementara Mane juga sudah memcetak empat gol dari tiga pertemuan terakhir menghadapi The Citizens, termasuk hattrick untuk Southampton pada Mei 2016.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help