TribunJateng/

DPRD Jateng Desak Usut Tuntas Rusaknya Terumbu Karang di Karimunjawa

Kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, menyesalkan terjadinya kerusakan terumbu karang

DPRD Jateng Desak Usut Tuntas Rusaknya Terumbu Karang di Karimunjawa
tribunjateng/rika
SNORKLING - Sejumlah wisatawan menikmati keindahan bawah laut di sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa, Jawa Tengah. Tak hanya terumbu karang, mereka juga bisa merasakan senangnya berenang bersama ikan dan ubur-ubur. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, menyesalkan terjadinya kerusakan terumbu karang di sejumlah pulau yang ada di kawasan kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, oleh kapal tongkang pembawa batu bara.

"Kami sangat kecewa dengan kejadian itu. Kita minta pertanggungjawaban dari pihak yang terkait," kata Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Herdiana, Senin (20/3/2017).

Ia mengungkapkan, belum lama ini DPRD Jateng menerima laporan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati lingkungan, bahwa sering terjadi kapal terdampar di atas terumbu karang di pulau cilik, pulau gosong tengah, di kawasan Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKJ).

Dari hitungan para pemerhati lingkungan itu, lanjutnya, kisaran dampak kerusakan ekosistem dan terumbu karang mencapai seluas sekitar 1.660 meter persegi. Pihak LSM juga sudah melaporkan kasus ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah pada Februari 2017 lalu.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, kerusakan terumbu karang di Karimunjawa ini harus ada penanggungjawabnya. Mengingat, terumbu karang di kawasan ini merupakan aset negara dan termasuk salah satu destinasi wisata bahari unggulan Provinsi Jateng.

"Terumbu karang itu untuk bisa tumbuh besar tak cukup dalam setahun dua tahun, butuh puluhan tahun. Ini tidak bisa kalau hanya diganti rugi dengan senilai uang saja, harus ada tanggungjawab moral," tandasnya.

Ditemui terpisah, Ketua Komisi B DPRD Jateng, Chamim Irvani menegaskan, pihaknya akan mengundang para pihak untuk memberikan penjelasan terkait kasus ini. Menurutnya, kasus ini harus diusut sampai tuntas.

"Kita agendakan memanggil semua pihak untuk klarifikasi pada Selasa (21/22/2017) di DPRD Jateng. Kita mau mendengar secara detil adanya kasus rusaknya terumbu karang di Karimunjawa," katanya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan, sejumlah pihak yang akan dipanggil di antaranya BTNKJ Sinar Waluyo Semarang, BTNKJ Kemujan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng dan Kabupaten Jepara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng.

Kemudian Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Kepala Syahbandar Dusun Kemujan, Ditreskrimsus Polda Jateng, Ditpolairud Polda Jateng, Komandan Pangkalan Utama TNI AL Karimunjawa, Camat Karimunjawa, tokoh masyarakat Karimunjawa, unsur ormas dan LSM, serta pengusaha sektor pariwisata.

(*)

Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help