Hendi Ajak Kaum Difabel Ikut Susun Rencana Kerja Demi Wujudkan Semarang Kota Ramah Disabilitas

Dalam deretan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut, tampak juga sejumlah perwakilan dari masyarakat penyandang disabilitas di Kota Semarang.

Hendi Ajak Kaum Difabel Ikut Susun Rencana Kerja Demi Wujudkan Semarang Kota Ramah Disabilitas
Humas Pemkot Semarang

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pemkot Semarang mengadakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) untuk rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) 2018 di ruang lokakrida lantai 8 Gedung Moch, Ichsan, Balaikota Semarang, Senin (20/3).

Dalam musrenbang, Pemkot Semarang mengundang seluruh elemen masyarakat untuk melakukan uji publik pada rencana kerja yang sedang disusun.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan jika mulai tahun ini ia memang secara khusus meminta untuk berbagai elemen masyarakat mulai dari NGO, Komunitas, hingga tokoh masyarakat di Kota Semarang diundang untuk terlibat dalam penyusunan rencana kerja Pemerintah Kota Semarang tersebut.

Hal ini untuk merubah konsep pembangunan instruktif menjadi partisipatif. "Hari ini tidak seperti sebelum-belumnya, saya mengundang panjenengan sekalian untuk bersama-sama menyusun rencana pembangunan agar benar-benar menyentuh masyarakat," ujarnya.

Dalam deretan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut, tampak juga sejumlah perwakilan dari masyarakat penyandang disabilitas di Kota Semarang.

Para kaum disabilitas tersebut secara khusus diundang untuk dapat memberi masukan kepada Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, dalam melakukan pembangunan kota yang ramah disabilitas.

"Selain berkonsentrasi mewujudkan kota ramah disabilitas, sejumlah infrastruktur besar juga direncanakan untuk dapat dibangun di Kota Semarang. Proyek infrastruktur tersebut di antaranya pembangunan LRT (Light Rapid Transit), pembangunan rumah sakit tipe D, pembangunan Sport Center multi event dan pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok," ujarnya.

Salah satu perwakilan penyandang disabilitas yang hadir, Yekti Asih Proborini dari Komunitas Sahabat Difabel mengungkapkan senang karena Pemkot Semarang mulai perhatian kepada para penyandang disabilitas.

"Perhatian pemerintah disini sangat penting sekali sehingga kami bisa mandiri," ujarnya.

Yekti berhaap fasilitas untuk penyandang disabilitas bisa dipenuhi dengan baik. "Kalau fasilitas baik sehingga kami tidak perlu bergantung kepada oran lain. Kami mengusulkan adanya shuttle bus yang memadai untuk melayani kaum disabilitas," ujarnya.(*)

Penulis: galih permadi
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help