TribunJateng/

HMI Jateng-DIY Desak KPK Usut Tuntas Kasus E-KTP agar Tak Terkesan Tebang Pilih

Sahal menilai ada ketakutan komisi tersebut menuntaskan kasus-kasus korupsi kelas kakap di negeri ini.

HMI Jateng-DIY Desak KPK Usut Tuntas Kasus E-KTP agar Tak Terkesan Tebang Pilih
Tribunnews
Logo HMI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Tengah-DIY mendesak KPK mengusut tuntas kasus e-KTP yang dibuat bancaan legislatif dan eksekutif.

Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan tak kurang dari Rp 2,3 triliun.

"KPK harus berani menuntaskan kasus e-KTP yang melibatkan anggota DPR, gubernur, menteri, petinggi partai dan pengusaha. Sehingga uang negara dapat diselamatkan dan digunakan sebagaimana mestinya, demi kesejahteraan rakyat," kata Ketua Badko HMI Jateng-DIY, Sahal Munir, Senin (20/3/2017).

Sahal menilai ada ketakutan komisi tersebut menuntaskan kasus-kasus korupsi kelas kakap di negeri ini.

Kesan KPK tebang pilih dan tidak serius dalam memberangus korupsi pun tak terhindarkan.

Menurutnya, kesan ini bisa dilihat dalam pengusutan kasus BLBI dan Bank Century yang merugikan negara ratusan triliun.

Sahal juga menyayangkan sikap anggota DPR yang terus menggulirkan wacana revisi UU KPK.
Sikap tersebut akan membatasi gerakan penuntasan kasus korupsi di Indonesia.

"Rasanya kok aneh, gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia justru diadang oleh anggota Dewan yang terus menyosialisasikan wacana revisi UU KPK. Ada apa dengan DPR kita? Ini merupakan bentuk pelemahan KPK," tandasnya.

Dia juga menyarankan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersikap kesatria meski dalam beberapa kesempatan menyatakan tak menerima dana haram tersebut dan siap dibuktikan di pengadilan.

"Ini masalah moral. Kalau gubernur dinyatakan terindikasi menerima bancaan proyek e-KTP oleh KPK, lebih baik mundur dari jabatannya karena ini sangat melukai hati rakyat Jawa Tengah," terangnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help