TribunJateng/

Isu Penculikan Anak Tersebar di Kudus, Ini Pesan Kapolres

Kabar bohong atau berita hoax tersebut marak beredar melalui pesan berantai via aplikasi WhatsApp (WA).

Isu Penculikan Anak Tersebar di Kudus, Ini Pesan Kapolres
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Informasi menyesatkan terkait aksi penculikan anak dengan modus pelaku pura-pura menjadi orang gila, mulai marak di Kota Kretek.

Kabar bohong atau berita hoax tersebut marak beredar melalui pesan berantai via aplikasi WhatsApp (WA).

Kapolres Kudus, AKBP Agusman G‎urning, mengatakan maraknya berita hoax merupakan ekses negatif dari kemajuan teknologi.

Menurut dia, kecanggihan teknologi membuat orang dapat secara mudah menyebaran suata abar atau berita secara cepat.

"‎Kami mengimbau, agar masyarakat tak latah turut menyebar informasi atau berita yang sumbernya tak jelas," kata Gurning, Senin (20/3/2017).

Disampaikan lebih lanjut, informasi terkait penculikan anak, yang banyak beredar belakangan ini, telah meresahkan masyarakat.

Hal itu lantaran, masyarakat menjadi mudah timbul rasa curiga berlebihan terhadap orang yang tak dikenal.

"Waspada itu bagus, tapi jika berlebihan, hingga sampai taraf paranoid, itu bisa berbahaya. Disulut sedikit saja, bisa burujung pada aksi main hakim sendiri," tutur dia.

Untuk menetralisir berita hoax yang meresahkan tersebut, sambung Gurning, ia akan memaksimalkan peran Babinkamtibmas, di masing-masing desa.

"Kami minta Babinkamtibmas untuk memberi edukasi ke masyarakat, selain itu jika ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan, laporkan saja ke petugas, jangan main hakim sendiri," tandas dia. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help