TribunJateng/

Nasib Perajin Tali Tambang Saat Cantrang Dilarang

Saat ini, pembelian tambang sepi, karena nelayan yang menggunakan alat tangkap cantrang berkurang. Akibatnya, produksi menurun

Nasib Perajin Tali Tambang Saat Cantrang Dilarang
mamdukh adi priyanto

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES -- Meski larangan cantrang ditunda hingga Juni 2017, namun saat ini perajin tali tambang di Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes sudah merasakan imbasnya.

Nelayan kapal cantrang merupakan konsumen utama tali tambang yang diproduksi di industri rumahan itu. Makanya, tali tambang tersebut dikenal juga dengan tali cantrang.

Seorang perajin tali tambang, M Zaeni mengaku merasa khawatir atas beleid larangan cantrang tersebut.

"Saat ini, pembelian tambang sepi, karena nelayan yang menggunakan alat tangkap cantrang berkurang. Akibatnya, produksi menurun," ucapnya, Senin (20/3/2017).

Meskipun bisa digunakan kapal yang memakai alat tangkap selain cantrang, namun sebagian besar konsumennya kapal cantrang. Pelangganya berasal dari sejumlah daerah, di Indonesia.

Selain itu, kata dia, banyak perajin tali tambang yang masih terlilit utang di bank.

"Utang saya sekitar Rp 200 juta dan berharap peraturan larangan tersebut dicabut," ujar Zaeni.

Dalam sehari, biasanya ia bisa mengirimkan 35 gulung tali tambang. Namun, saat ini, hanya sekitar 20 gulung.

Kondisi ini juga diperparah dengan cuaca yang saat ini sering turun hujan. Lantaran produksi tali tambang tradisional itu dilakukan di luar ruangan. Biasanya di pinggir jalan Brebes tengah atau jalur Pejagan- Tegal.

Sementara, perajin lain, Muchlisin mengaku kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu bakal mematikan perajin tali cantrang.

"Perajin terancam kolaps, padahal kami perajin rumahan. Anak kami mau sekolah, kami mohon kesadaran para pemangku kepentingan," ujarnya.

Ia menceritakan, di Desa Kubangwungu terdapat 4.000 perajin tali cantrang. Modal mereka didapat dari bank dan ada sejumlah perajin mendapatkan dana dari rentenir.

"Dikhawatirkan banyak perajin yang gulung tikar dan terlilit utang bila cantrang tidak boleh lagi digunakan," ungkapnya.(mam)

Caption: sejumlah pekerja mengangkat gulungan tali tambang ke bak mobil terbuka di desa kubangwungu kecamatan ketanggungan brebes

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help