Orangtua Murid Tidak Setuju Kebijakan Bayar SPP, Inilah Alasan Mereka

Kebijakan membayar SPP bagi siswa SMA dan SMK ditanggapi beragam oleh para orang tua murid.

Orangtua Murid Tidak Setuju Kebijakan Bayar SPP, Inilah Alasan Mereka
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga menujukkan uang NKRI pecahan baru sesuai antre penukaran di mobile konter Bank Indonesia di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia (BI) hari ini meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. Peluncuran uang rupiah baru ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kebijakan membayar SPP bagi siswa SMA dan SMK ditanggapi beragam oleh para orang tua murid.

Satu di antaranya, Purwanti. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit itu tidak setuju dengan kebijakan sekolah SMA/SMK untuk membayar SPP mulai Januari hingga Juni 2017.

“Di sekolah anak saya yakni SMKN 3 Semarang, saya membayar Rp 150 ribu per bulan. Saya pribadi keberatan untuk membayar. Kalau saya dan kiranya orang tua yang lain ya inginnya gratis,” ujarnya ketika ditemui Tribun Jateng, Senin (20/3).

Ia pun menuturkan bahwa seharusnya sekolah negeri sudah bebas dari keharusan membayar SPP.

“Anak saya, saya suruh belajar dengan tekun waktu SMP agar bisa masuk SMK negeri. Tujuannya agar gratis SPP nya. Eh ternyata sekarang bayar,” ungkapnya.

Purwanti menjelaskan, bahwa beberapa sekolah bahkan baru melakukan sosialisasi pada Maret.

“Yang saya dengar dari ibu-ibu tetangga, memang beberapa sekolah baru memberikan pemberitahuan pada minggu-minggu ini. Jadi, kesannya mendadak sekali,” ungkapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, yang membuat para orang tua tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

Ia pun berharap, bahwa kebijakan membayar SPP bagi siswa SMA/SMK segera berakhir.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help