Liputan Khusus

PENYAKIT LANGKA, Seluruh Tubuh Bocah Wonosobo Itu Mendadak Bengkak

Saat itu, tiba-tiba kelopak mata anak keduanya tersebut bengkak. Awalnya, ia mengira anaknya hanya terkena bintit. Tiga hari tidak sembuh...

PENYAKIT LANGKA, Seluruh Tubuh Bocah Wonosobo Itu Mendadak Bengkak
TRIBUNJATENG/KRISTIYAWANTO
PENYAKIT LANGKA, Seluruh Tubuh Bocah Wonosobo Itu Mendadak Bengkak 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sembari menunggu antrean di Klinik Anak RSUP dr Kariadi Semarang, Hasim berjalan-jalan menggendong anaknya Raziq (3). Dibalut kain batik, Raziq tampak tertidur pulas.

Bocah dalam gendongan Hasim itu adalah penderita sindrom nefrotik. Sebuah penyakit yang masuk kategori langka. Sindrom nefrotik merupakan penyakit yang menyerang ginjal anak. "Saya tahu kenanya pas ulang tahun yang ketiga pada Agustus tahun lalu," kata pria asal Wonosobo itu kepada Tribun Jateng, pekan lalu.

Saat itu, tiba-tiba kelopak mata anak keduanya tersebut bengkak. Awalnya, ia mengira anaknya hanya terkena bintit. Tapi setelah tiga hari tidak sembuh, Hasim mulai khawatir.

===================================
Sindrom nefrotik (SN) dan atresia bilier termasuk penyakit langka di Indonesia
Penyakit langka jika kejadiannya lebih kecil dari 1:2.000
Penyebab sakit langka bisa faktor genetik
Ada juga yang tak diketahui penyebabnya
Hanya 30 persen penderita SN bisa sembuh total
===================================

Pada hari keempat, ia pun memeriksakan Raziq ke dokter di dekat rumahnya. Namun, selama dua minggu anaknya tidak sembuh, ia lalu membawanya ke rumah sakit di pusat Kota Wonosobo. Hasilnya? Raziq langsung dirujuk ke RSUP dr Kariadi karena didiagnosa mengidap sindrom nefrotik (SN). Salah satu ciri SN adalah protein selalu keluar lewat kencing. "Pas tahu itu ya rasanya nggak karuan, sebagai ayah ya khawatir. Apalagi di Wonosobo nggak pernah dengar penyakit kayak gini," ucapnya.

Setelah bertemu dokter di RSUP dr Kariadi, kekhawatirannya berkurang. Apalagi saat dokter bilang masih ada kemungkinan sembuh. Sejak saat itu, ia pun rela bolak balik Wonosobo-Semarang demi sang anak. Selama enam bulan ini, Raziq sudah menjalani enam kemoterapi. Kurang satu lagi Raziq diharapkan bisa kembali hidup normal. Hasim bersyukur tidak terlambat memeriksakan anaknya. Jika terlambat, anaknya bisa terkena gagal ginjal.

Sore itu, selain Raziq, ada pasien SN lainnya yaitu Muhammad Faizal (5). Bersama Nuri Hayati ibunya, Faizal menjalani kontrol kesehatan ke dokter anak untuk pertama kalinya. "Dua minggu yang lalu tiba-tiba badan anak saya bengkak-bengkak. Pas saya periksakan ke puskesmas katanya kena SN," tuturnya.

Warga Surabaya yang tinggal di Semarang itu pun buru-buru merujuk anaknya ke RSUP dr Kariadi. Anaknya harus menjalani perawatan selama 10 hari. Nuri berujar, anaknya termasuk sehat dan jarang sakit. Bahkan, anaknya tergolong sangat aktif. Saat mendadak sakit, ia langsung khawatir. "Belum tahu apa penyebabnya, kata dokter sih karena makanan berbahan kimia," ucapnya.

Nuri berharap anaknya bisa segera sembuh total. Ia mendengar anaknya bisa sembuh setelah menjalani perawatan teratur selama dua tahun.

Masalah dunia kesehatan

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help