Liputan Khusus

PENYAKIT LANGKA, Seluruh Tubuh Bocah Wonosobo Itu Mendadak Bengkak

Saat itu, tiba-tiba kelopak mata anak keduanya tersebut bengkak. Awalnya, ia mengira anaknya hanya terkena bintit. Tiga hari tidak sembuh...

PENYAKIT LANGKA, Seluruh Tubuh Bocah Wonosobo Itu Mendadak Bengkak
TRIBUNJATENG/KRISTIYAWANTO
PENYAKIT LANGKA, Seluruh Tubuh Bocah Wonosobo Itu Mendadak Bengkak 

Penyakit langka masih menjadi permasalahan yang serius bagi dunia kesehatan. Di Indonesia, Disebut langka jika angka kejadiannya lebih kecil dari 1:2.000. Artinya, di antara 2.000 orang, hanya terdapat satu orang yang mungkin mengalaminya.

Hari Penyakit Langka diperingati pada 28 Februari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit langka dan dampaknya bagi para penderitanya.

Sebanyak 75 persen penyakit langka dialami oleh anak-anak, dan 30 persen di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun. Karena sifatnya yang langka, maka penyakit ini masih sulit sekali untuk didiagnosa. Meski belum dapat disembuhkan, bila penyakit langka ditemukan lebih dini, maka kualitas hidup penderitanya dapat tetap terjaga.

Ada lebih dari 7.000 jenis penyakit langka yang ditemukan di seluruh dunia dan hanya lima persen saja yang ada obatnya. Salah satu penyakit langka yang ditemukan pada beberapa anak di Indonesia adalah sindrom nefrotik (SN).

Dokter spesialis anak RSUP dr Kariadi, Muhammad Heru Muryawan, menyatakan pasien anak penderita penyakit ginjal sindrom nefrotik punya kemungkinan sembuh total. Namun, kesembuhaan total hanya dialami 30 persen dari pasien SN. "Misalnya ada 100 pasien, yang sembuh total hanya 30 orang. Sisanya bisa kambuh lagi suatu saat," katanya pada Tribun Jateng, pekan lalu.

Empat gejala

Ia menjelaskan, sindrom nefrotik adalah satu di antara lima penyakit ginjal yang menyerang anak-anak. Ada empat gejala sindrom nefrotik yaitu bengkak, kencing keluar protein, kadar albumin dalam darah turun dan kadar kolesterol tinggi.

Kumpulan empat gejala itulah yang disebut sindrom nefrotik. Ginjal yang seharusnya menyaring protein justru tidak bekerja. Protein keluar melalui air kencing.

Ia menuturkan, kasus SN termasuk jarang terjadi. Dari 100.000 anak, yang terserang SN hanya enam hingga tujuh anak. Risiko laki-laki dua kali lebih besar dibanding perempuan. Lalu, apa penyebabnya? "SN kategori yang tidak diketahui penyebabnya, bisa tiba-tiba muncul begitu saja. Bahkan, ada yang berakhir dengan cuci darah," tuturnya.

Heru menjelaskan, faktor genetik turut berpengaruh khususnya anak dari orangtua yang mempunyai riwayat hipertensi atau penyakit ginjal. Pasien SN bisa sembuh dengan pengobatan maksimal dan juga bisa kambuh sewaktu-waktu.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help