Ainul Siswa Polimarin Senang Bisa Belajar Menentukan Kiblat Saat di Atas Kapal

Puluhan siswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) mengikuti study on board (pembelajaran di atas kapal) KM Kelimutu dua hari.

Ainul Siswa Polimarin Senang Bisa Belajar Menentukan Kiblat Saat di Atas Kapal
tribunjateng/hermawan endra
Puluhan siswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) mengikuti study on board (pembelajaran di atas kapal) KM Kelimutu dua hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Puluhan siswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) mengikuti study on board (pembelajaran di atas kapal). Para siswa pun antusias karena bisa mengoperasikan kapal secara langsung.

Tiga bus yang membawa taruna-taruni Polimarin tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (17/3) pukul 21.56 WIB. Mereka mempersiapkan diri mengikuti study on board dengan rute Semarang-Karimunjawa selama dua hari, Sabtu (18/3) - Minggu (19/3) menggunakan kapal KM Kelimutu.

DR Sri Tuti Rahayu Direktur Utama Polimarin
DR Sri Tuti Rahayu Direktur Utama Polimarin (tribunjateng/hermawan endra)

Kegiatan ini diikuti seluruh taruna semester IV semua jurusan berjumlah 95 siswa. Meliputi jurusan Nautika, Teknika, dan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPN).

KM Kelimutu berangkat Sabtu pukul 01.08 dinihari. Ketika berada di atas kapal, mereka tidak lantas istirahat melainkan justru langsung bekerja ikut mengoperasikan kapal dalam pemberangkatan ke Karimunjawa.

Seorang siswa, Nur Setyaning Rini (20) mengaku senang mengikuti pembelajaran di kapal. Ketika ditemui saat sedang duduk santai di sofa dek 5 KM Kelimutu, taruni berjilbab jurusan KPN itu mengungkapkan bahwa study on board kali ini berbeda dibandingkan biasanya.

Pada semester II lalu study on board hanya dilakukan pada kapal berhenti dan sebatas pengenalan alat-alat kapal. Pada kesempatan ini lebih menantang, karena armada bergerak dan siswa turut serta dalam suksesnya operasional kapal.

Puluhan siswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) mengikuti study on board (pembelajaran di atas kapal) KM Kelimutu dua hari.
Puluhan siswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) mengikuti study on board (pembelajaran di atas kapal) KM Kelimutu dua hari. (tribunjateng/hermawan endra)

"Di kampus cuma dapat teori. Kini seperti saya yang jurusan KPN jadi bisa praktik langsung tentang administrasi kapal mulai dari pemberangkatan sampai kapal berlabuh," tuturnya. Momen yang paling berkesan adalah melakukan pengecekan tiket, karena berhadapan dengan berbagai macam karakter penunpang. "Kami diharuskan tetap menjaga sopan santun dalam tutur kata dan bertingkah," imbuh warga Lamongan, Jawa Timur ini.

M Ainul Afif (20), siswa jurusan Nautika berharap pembelajaran di atas kapal dilakukan lebih sering dengan rute yang semakin jauh. "Kalau saya paling berkesan bisa menjalankan kemudi kapal. Selain itu dapat praktik langsung menentukan waktu shalat dan arah kiblat menggunakan ilmu astronomi memanfaatkan matahari atau bintang," ujarnya.

Puluhan siswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) mengikuti study on board (pembelajaran di atas kapal) KM Kelimutu dua hari.
Puluhan siswa Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) mengikuti study on board (pembelajaran di atas kapal) KM Kelimutu dua hari. (tribunjateng/hermawan endra)

Baik Nur dan Ainul sepakat, kendala dalam pembelajaran kali ini adalah para taruna-taruni harus pintar beradaptasi dengan lingkungan di kapal. Kalau tidak maka bisa saja merasa mual, pusing atau bahkan bosan. "Menyadari hal itu maka selain menyiapkan materi kuliah juga penting menyiapkan kondisi fisik dan mental sebelum berlayar," pungkasnya.

Direktur Utama Polimarin, Sri Tuti Rahayu, menjelaskan study on board mengajak siswa mengenali tempat mereka bekerja di kemudian hari setelah lulus sebagai perwira pelayaran. "Jurusan Nautika belajar mulai dari navigasi, aturan pelayaran, dan stabilitas kapal. Teknika tentang mesin kapal, sedangkan KPN belajar soal administrasi kepelabuhanan," ujarnya.

Study on board ini juga sebagai bekal para taruna-taruni untuk mengikuti pembelajaran di semester berikutnya. Termasuk nantinya mengikuti kegiatan simulator dan ujian pra-prala atau praktik di laut selama satu tahun.
Pelayaran Semarang-Karimunjawa PP dipilih karena merupakan rute terpendek dan hanya memakan waktu enam jam sehingga dinilai cocok untuk pembelajaran awal. Kelebihan dari study on board kali ini kapal tidak hanya berhenti, tetapi bergerak dan beroperasi seperti biasa.

"Kalau hanya kunjungan, kapal hanya berhenti dan tidak melihat pergerakan kapal. Namun pada study on board ini mereka ikut pelayaran sehingga taruna-taruni dapat belajar pada kondisi sebenarnya dan tidak sebatas kolam latih seperti saat di kampus," imbuhnya. (tribunjateng/Hermawan Endra Wijonarko)

Penulis: hermawan Endra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help