Anak Sulung Patmi: Ibu Gugur dalam Perjuangan, Kami Bangga!

Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana, di Desa Larangan RT 03 / RW 01, Kecamatan Tambakromo, Pati, Selasa (21/3).

Anak Sulung Patmi: Ibu Gugur dalam Perjuangan, Kami Bangga!
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Peserta aksi tolak semen Kendeng menggelar konferensi pers di gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta, Selasa (21/3/2017). Aksi tolak semen Kendeng sementara dihentikan karena ada salah satu peserta aksi, Patmi (48) meninggal dunia. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, PATI -- ‎ Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana, di Desa Larangan RT 03 / RW 01, Kecamatan Tambakromo, Pati, Selasa (21/3).

Rumah itu, adalah kediaman Patmi (48), aktivis penolak pabrik semen yang turut dalam aksi #DipasungSemen2 di depan Istana Presiden di Jakarta, sejak Kamis (16/3) - Senin (20/3).

Ia rencanaya akan pulang ke Pati, Selasa (21/3), bersama para aktivis lain. Namun, Tuhan berkehendak lain, Patmi meninggal dunia dalam perjalanan dari LBHI Jakarta ke RS St. Carolous, Salemba.

Patmi dilarikan ke rumah sakit, setelah sebelumnya pingsan, usai mandi pada sekitar pukul 02.30 dini hari. ‎

"Sesampainya di rumah sakit, bu Patmi dinyatakan meninggal dunia, diduga karena serangan jantung mendadak," kata aktivis YLBHI Jakarta, yang selama ini turut mendampingi para aktivis selama menggelar aksi.

Anak sulung Patmi, Sri Utami, mengatakan ia mendengar kabar ibunya meninggal pada pagi hari. Ia pun merasa kaget dan shock.

Sebab, saat berangkat pada Rabu (15/3) kemarin, Patmi dalam kondisi sehat. Terlebih, selama ini Patmi tak punya riwayat sakit jantung.

"Ya kaget, selama ini di rumah sehat, tak pernah punya riwayat sakit jantung. Namun, bagaimanapun kami sekeluarga sudah ikhlas," ucapnya.

Diakui, sebelumnya ia dan keluarga juga tak punya firasat apa pun.

Kendati sangat bersedih, menurut Utami, ia dan keluarga mengaku bangga. Sebab, Patmi meninggal dalam perjuangan, demi melestarikan alam, guna generasi mendatang.

"Ibu gugur dalam perjuangan, kami bangga," ujar dia, sembari menyeka air mata. (*)‎


Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help