TribunJateng/

Ditjen Imigrasi Hapus Ketentuan Rp 25 juta untuk Pemohon Paspor Baru

Direktoral Jenderal Imigrasi menghapus ketentuan keberadaan Rp 25 juta pada tabungan pemohon paspor keperluan wisata.

Ditjen Imigrasi Hapus Ketentuan Rp 25 juta untuk Pemohon Paspor Baru
TRIBUNNEWS
Ilustrasi paspor 

Indikasi tersebut diketahui dari proses wawancara, kata Agato. Ia tak membeberkan parameter apa saja yang digunakan petugas imigrasi, namun mengatakan salah satu contohnya ialah menanyakan detail perjalanan.

"Misalnya dia mau wisata, kami tanya mau ke mana, menginap di hotel mana, dan sebagainya. Atau kalau mau mengunjungi keluarga, kami tanya keluarganya tinggal di mana," kata Agato.

Ia melaporkan, sejak Januari sampai 18 Maret 2017 terdapat 296 orang yang dihentikan di bandara karena motifnya tidak jelas, dan 1.593 pemohon paspor di kantor imigrasi ditolak karena alasan yang sama.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya," tambah Agung Sampurno.

Baik Agung maupun Agato sama-sama menjamin pengawasan Ditjen Imigrasi demi mencegah penambahan persyaratan ini membuka celah untuk praktik pungutan liar (Pungli).

"Semua wawancara dengan pemohon paspor dicatat demi memastikan akuntabilitas petugas. Selain itu, tersedia ruang bagi masyarakat untuk melapor, baik itu secara langsung ke hotline kantor imigrasi atau lewat Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor!)

"Tapi yang paling penting (bagi pemohon), jangan ikuti apa yang diminta (pungutan liar) petugas karena kalau gitu jadinya ada supply and demand," kata Agung.

Ia mengklaim tambahan persyaratan ini tidak membuat masyarakat enggan mengurus paspor. "Buktinya permintaan paspor ke kantor imigrasi tidak berkurang," tandasnya. (bbc)

Editor: sujarwo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help