TribunJateng/

Ini Dia Makanan Kesukaan Sunan Kalijaga dari Hidangan Pembuka hingga Penutup

Berbagai jenis masakan yang masih asing bagi warga di luar Demak tersaji dalam lomba masakan khas Demak di Pendopo Kabupaten

Ini Dia Makanan Kesukaan Sunan Kalijaga dari Hidangan Pembuka hingga Penutup
Tribun Jateng/rival al manaf
Berbagai jenis masakan yang masih asing bagi warga di luar Demak tersaji dalam lomba masakan khas Demak di Pendopo Kabupaten, Selasa (21/3/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Berbagai jenis masakan yang masih asing bagi warga di luar Demak tersaji dalam lomba masakan khas Demak di Pendopo Kabupaten, Selasa (21/3/2017).

Kompetisi yang diikuti 33 perwakilan Organisasi Perangkat Daerah dan Kecamatan tersebut memang berusaha menyajikan makanan yang lekat dengan budaya di Demak.

Sebut saja Nasi Golong, Nasi Kropokan, Sego Ndoreng, Pepaya Isi Agar Selasih hingga Jamu Coro.

Salah satu peserta perwakilan dari Setda Demak menyajikan paket makanan lengkap dengan judul Caos Dhahar Lorogending.

"Caos Dhahar Lorogending ini merupakan makanan kesukaan kanjeng Sunan Kalijaga yang didalamnya ada ingkung ayam, urap daun mengkudu, trancam berbahan dasar terong dan kacang panjang, dan beberapa jenis kudapan," terang Kabag Humas Pemkab Demak, Endah Cahyarini.

Jika dilihat memang sajian Lorogending yang diperkirakan merupakan masakan kegemaran Sunan Kalijaga ini lengkap mulai hidangan pembuka dan penutup.

"Masakan ini sekarang sering disajikan saat ada hajatan, atau juga dihadirkan saat menjamu kasepuhan," jelas Endah lebih lanjut.

Dirinya memaparkan, karena merupakan kudapan yang disukai sunan, maka segala isi dan pernik didalmnya juga memiliki makna-makna petuah kehidupan.

"Ingkung ayam jago misalnya, adalah simbol untuk seorang pemimpin, jadi pemimpin diharapkan 'jago' dalam membuat kebijakan, mengayomi masyarakat, dan memberdayakan," tambahnya.

Dalam lomba makanan khas Demak tersebut setiap stand juga menjelaskan makna-makna dan gambaran pembuatan beberapa jenis makanan. Pengunjung, selain bisa mencicipi secara gratis juga mendapat pengetahuan warisan budaya Demak.

(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help