TribunJateng/

Pemkab Semarang Bertekad Tahun Ini Jadi Daerah Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Dady mengatakan ada sejumlah program yang diterapkan dua kecamatan sehingga menjadi daerah yang BABS

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bertekad menjadikan kabupaten Bumi Serasi menjadi daerah Open Defecation Free (ODF) atau Kabupaten Bebas Buang Air Besar Sembarang (BABS) pada tahun ini.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Mas Dady Dharmadi mengatakan hampir semua kecamatan masih belum BABS.

"Menurut data Dinas Kesehatan, pada tahun 2014, sudah dua kecamatan yang dinyatakan bebas BABS yakni Kecamatan Getasan dan Kecamatan Tengaran," ujarnya, Selasa (21/3/2017).

Dady mengatakan ada sejumlah program yang diterapkan dua kecamatan sehingga menjadi daerah yang BABS.

"Menurut data kami ada tiga kecamatan yang siap dinyatakan menjadi daerah BABS, yakni Kecamatan Kaliwungu, Pabelan, dan Kecamatan Susukan. Kami optimistis tahun ini (2017), 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang menjadi daerah BABS," sambungnya.

Dady menambahkan saat ini presentase BABS di Kabupaten Semarang mencapai 88,05 persen, sehingga tinggal sedikit lagi untuk mencapai 100 persen.

"Hanya tinggal beberapa desa saja yang harus dibenahi sehingga Kabupaten Semarang 100 persen menjadi daerah BABS. Sudah saatnya menghilangkan istilah sungai mekong atau meme bokong karena kebiasaan BAB (Buang Air Besar) di sungai," ungkapnya.

Menjadi daerah yang BABS ini menurutnya sangat penting bagi tiap desa atau kecamatan lantaran untuk menjaga kesehatan para warga.

Untuk mencapai daerah yang BABS ini, dia memaparkan ada sejumlah program yang harus dilaksanakan.

Program tersebut yakni pembangunan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Untuk mewujudkan STBM ini, Dady mengatakan Dinkes telah bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dipermasdes).

Pihaknya juga masih menunggu diterbitkannya Peraturan Bupati Semarang tentang pelaksanaan STBM.

"Selain itu, Dinkes bekerjasama dengan DPU (Dinas Pekerjaan Umum) dan TNI juga mengerjakan pembuatan jamban keluarga di beberapa desa maupun septic tank komunal," tandasnya.

(*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help