TribunJateng/

Pemkot Semarang Sediakan Beasiswa Rp 1,2 Juta per Siswa

Dinas Pendidikan Kota Semarang masih memberikan beasiswa sebesar Rp 1,2 juta per tahun murid tidak mampu, meskipun SMA/SMK dikelola Pemprov

Pemkot Semarang Sediakan Beasiswa Rp 1,2 Juta per Siswa
tribunjateng/dok
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Bunyamin M.Pd 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan Kota Semarang masih memberikan beasiswa sebesar Rp 1,2 juta per tahun murid tidak mampu, meskipun pengelolaan SMA/SMK beralih ke provinsi. Beasiswa diberikan kepada murid SMA/SMK baik negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan selain dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 1,4 juta per tahun, Pemkot menyiapkan beasiswa sebesar Rp 1,2 juta per tahun. "Jadi total beasiswanya Rp 2,6 juta per tahun agar murid miskin bisa tetap melanjutkan sekolah," ujarnya, Senin (20/3).

Bunyamin mengatakan murid tidak mampu bisa mengajukan beasiswa kepada sekolah. Nantinya sekolah menyalurkan data ke Dinas Pendidikan. "Dinas Pendidikan selanjutnya menganggarkan lewat APBD. Untuk APBD 2017 kami menganggarkan Rp 4 miliar. Saya harap sekolah bisa segera mendata dan bisa kami ajukan di APBD Perubahan nanti," ujarnya.

Sementara itu, pengamat pendidikan dari Universitas PGRI Semarang (Upgris), Ngasbun Egar menegaskan, urusan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah saja. Melainkan para orangtua siswa atau masyarakat memiliki kewajiban dalam pembiayaannya.

“Kekuatan pemerintah tentu terbatas. Selama tidak bisa memberikan sekolah gratis, sekolah berhak menggali dana partisipasi masyarakat untuk keberlangsungan pendidikan," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Di sisi lain, pihaknya juga berharap pemerintah dapat berinovasi dengan cara membantu sumber dana dari pihak lain. Semisal corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan dapat disalurkan untuk biaya pendidikan. Terlebih di Jateng sudah memiliki Perda tentang CSR. "CSR pendidikan ini tidak harus membantu sekolah di sekitar lokasi perusahaan saja. Sebaiknya ke sekolah yang berada di daerah yang memang butuh bantuan," ungkap Ngasbun. (tribunjateng/cetak/gpe/had)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help