TribunJateng/

Teten Minta Aksi Cor Kaki Diakhiri

Pemerintah berharap, aksi mengecor dua kaki dengan semen oleh para penolak pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang, diakhiri.

Teten Minta Aksi Cor Kaki Diakhiri
KOMPAS.com/SABRINA ASRIL
Teten Masduki 

TRIBUNJATENG.COM -- Pemerintah berharap, aksi mengecor dua kaki dengan semen oleh para penolak pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang, diakhiri.

"Kami harap mereka menghentikan aksinya," ujar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Teten Masduki, seusai menerima perwakilan penolak pabrik di kantornya, Senin (20/3).

Teten mengatakan, Kajian Lingkungan Gidup Strategis (KLHS) yang sedang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan rampung bulan depan. Teten pun minta para penolak pabrik semen dan aktivis bersabar menunggu hasil KLHS.

"Kami menghendaki semua menunggu hasil KLHS. Setelah selesai, ini baru mudah mengambil keputusan meski itu harus dibicarakan dahulu dengan Kementerian BUMN, Kementerian LHK, Pemda Jateng dan pihak perusahaan. Ini (pengambilan keputusan soal pabrik semen Rembang--Red) tak bisa selesai sehari dua hari. Pemerintah harus meninjau berbagai aspek ya karena persoalannya pabrik ini sudah dibangun," lanjut dia.

Teten juga mengingatkan, sebenarnya masyarakat Kendeng dan pemerintah sudah menyepakati menunggu hasil KLHS.

Kesepakatan itu diputuskan saat masyarakat Kendeng bertemu Presiden Jokowi, pada awal Agustus 2016 lalu. Oleh sebab itu, Teten berharap, masyarakat Kendeng dan aktivis itu mengikuti kesepakatan tersebut.
Dipercepat

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, meminta kepada Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan untuk mempercepat pembahasan mengenai kajian lingkungan penambangan semen di Pegunungan Kendeng.

"Ini tadi ada rapat dipimpin Dirjen Planologi dan saya minta dipercepat karena menurut perkiraan mereka akan selesai nanti bulan April tapi saya minta dicepetin saja dan segera diundang juga ESDMnya," ujar Siti Nurbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin kemarin.

Siti mengatakan, dia telah membicarakan hal ini dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan. "Saya minta tolong kepada bapak Menteri ESDM untuk wilayah cadangan air tanah yang dipersoalkan itu apakah betul ada aliran sungai di bawah tanah," kata Siti.

Siti meminta kepada Jonan, agar data-data terkait kandungan air di dalam tanah di lokasi eksplorasi agar dibuat selengkap-lengkapnya.

"Kita sebetulnya pusat sudah minta kepada Semen Indonesia maupun kepada Pemda Jawa Tengah untuk mendapatkan data itu tapi belum dapat dan sekarang lagi diintensifkan lagi," ujar Siti. (kps)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help