Sebanyak 8.275 Petani Masih Menolak Diberi Kartu Tani

Yakni petani belum terbiasa menggunakan buku tabungan dan ATM, sehingga khawatir ketika nantinya sudah diberi kartu akan dikenakan biaya administrasi.

Sebanyak 8.275 Petani Masih Menolak Diberi Kartu Tani
Tribun Jateng/mamdukh adi priyanto
Warga menunjukkan Kartu Tani 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sejumlah 8.275 petani yang berasal dari 22 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, menolak menerima Kartu Tani yang merupakan program dari Pemprov Jateng yang kini bersinergi dengan pusat. Padahal kartu tersebut nantinya dijadikan alat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu menjelaskan, ribuan petani yang menolak pemberian kartu tani itu karena faktor kesalah pahaman saja.

Yakni petani belum terbiasa menggunakan buku tabungan dan ATM, sehingga khawatir ketika nantinya sudah diberi kartu akan dikenakan biaya administrasi. Karena penyerahan kartu tani memang bersamaan dengan buku tabungan dan kartu ATM.

"Padahal tidak ada biaya. Takutnya mereka dikenakan biaya. Mungkin itu karena kami kurang sosialisasi saja, maka nanti akan lebih digencarkan," kata Peni, Senin (27/3/2017).

Maka cara yang ditempuh untuk membagikan kartu ini, lanjut Peni, kartu tani tetap diberikan tapi akan dititipkan ke pengecer pupuk. Berbeda dengan sebelumnya yang diberikan ke kelompok tani. Nantinya petani dapat mengambilnya di pengecer atas sepengetahuan BRI setempat.

"Jadi saat mereka ingin mendapat pupuk tentu mendatangi pengecer, maka akan sekaligus diberikan. Sebab kartu tani itu harus digunakan untuk mendapatkan pupuk," ujarnya.

Secara keseluruhan, pembagian kartu tani tahap pertama di 22 kabupaten dan kota belum 100 persen. keseluruhan ada 85.055 kartu yang belum dibagikan.

Antaralain karena meninggal dunia ada 3.127 orang, alih profesi ada 761 orang, nomor induk kependudukan (NIK) tidak sesuai yakni belum melakukan perekaman e-KTP sejumlah 13.019 orang, yang menolak ada 8.275 orang, dan belum ditemukan ada 5.873 orang.

"Terkait NIK karena mereka belum memiliki e-KTP sehingga belum masuk sistem di Jakarta, tapi data masih tertampung di BRI cabang daerah setempat," jelasnya.

Sementara untuk sejumlah 5.873 orang yang belum ditemukan, lanjut Peni, karena dalam administrasi perbankan pihak petugas harus bertemu langsung dengan petani untuk tanda tangan. Dan saat ini masih ada sejumlah tersebut yang belum melakukan tanda tangan.

"Jadi semua memang belum selesai dibagi, kalau yang meninggal akan ditarik, kalau yang alih profesi sementara kita simpan siapa tahu nanti kembali jadi petani," katanya.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help