Kantor Imigrasi Semarang Perkuat Sistem Online, Segera Luncurkan Aplikasi Simponi

Demi menyukseskan program tersebut, Imigrasi Semarang terus melakukan sosialisasi. Di antaranya dengan mengundang pejabat perusahaan.

Kantor Imigrasi Semarang Perkuat Sistem Online, Segera Luncurkan Aplikasi Simponi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
Petugas Kantor Imigrasi Semarang memberi pemaparan dalam sosialisasi permohonan paspor secara online di Hotel Grasia Semarang, Kamis (30/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Imigrasi Kelas I Semarang terus mendorong sistem pelayanan berbasis online.

Satu di antaranya memudahkan warga Negara asing (WNA) untuk memproses izin tinggal melalui aplikasi Simponi.

Kepala Seksi Informasi, Sarana, dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Semarang, KJ Karundeng, menjelaskan penggunaan sistem ini membuat WNA tak perlu wira-wiri ke Imigrasi.

Mereka hanya sekali datang saja saat menyerahkan persyaratan dan bukti pembayaran bank.

"Adapun pendaftarannya dilakukan secara online," kata Karundeng di sela-sela sosialisasi permohonan paspor secara online di Hotel Grasia Semarang, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan, mengurangi transaksi pembayaran di kantor, dan penyederhanaan birokrasi.

Program tersebut akan diluncurkan secara nasional pada September 2017.

"Upaya ini juga untuk mendukung program pemerintah mewujudkan pembangunan ekonomi nasional. Khususnya dalam upaya menarik investasi asing dan mendorong terciptanya daya saing nasional. Jadi perlu melakukan deregulasi penyederhanan birokrasi melalui sistem berbasis elektronik," jelasnya.

Demi menyukseskan program tersebut, Imigrasi Semarang terus melakukan sosialisasi.

Di antaranya dengan mengundang pejabat perusahaan, universitas hingga sponsor atau penjamin orang asing.

Penguatan pelayanan berbasis online bukan kali ini saja dilakukan.

Sebelumnya Imigrasi Semarang telah melakukan sistem berbasis elektronik melalui pembuatan paspor secara online.

Karena pemindahan server, sistem tersebut untuk sementara waktu dihentikan sejak 27 Januari 2017.

"Semua pelayanan kami akan mengarah ke sistem online. Jadi meminimalkan pertemuan masyarakat dengan petugas serta mempercepat pelayanan," tandasnya. (*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help