Home »

Video

Robot Transformer Berjalan di Perkampungan Tengaran Hebohkan Warga, Ini Video Menakjubkan

Robot Transformer Berjalan di Perkampungan Tengaran Kabupaten Semarang Hebohkan Warga. Robot itu tinggi besar dan warna warni

Robot Transformer Berjalan di Perkampungan Tengaran Hebohkan Warga, Ini Video Menakjubkan
tribunjateng/deni setiawan
Robot Transformer Berjalan di Perkampungan Bener kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Hebohkan Warga 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Warga Dusun Kadipurwo Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang heboh ada beberapa robot besar Transformer berjalan-jalan di perkampungan. Anak-anak dan sejumlah orangtua menyempatkan diri menonton robot robot besar dan warna warni itu berjalan di dusun tersebut sambil menyapa warga.

Robot Itu lebih tinggi dari manusia sehingga tampak dari kejauhan dan menonjol dengan warna warni yang mengkilap. Itulah robot robot hasil kreativitas Didik Prasetyo (36) bersama lima pemuda desa setempat. Mereka membuat robot Transformers sebagai usaha produksi Kurnia Robot. Pembuatan robot Transformer dimulai Januari 2016.

Suasana perkampungan di Dusun Kadipurwo RT 02 RW 06 Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang semula sepi, tiba-tiba riuh dipenuhi puluhan anak-anak, remaja, dan para orangtua begitu melihat ada empat sosok robot Transformers berjalan menuju halaman rumah warga di dusun setempat, Jumat (31/3) sore.
Suasana perkampungan di Dusun Kadipurwo RT 02 RW 06 Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang semula sepi, tiba-tiba riuh dipenuhi puluhan anak-anak, remaja, dan para orangtua begitu melihat ada empat sosok robot Transformers berjalan menuju halaman rumah warga di dusun setempat, Jumat (31/3) sore. (tribunjateng/deni setiawan)

Atraksi robot transformer bertarung menggunakan senjata pun ditampilkan di desa itu dan membuat warga berdecak kagum. Di dalam robot itu adalah orang-orang yang memerankan tokoh transformer. Sehingga robot transformer buatan Didik dan kawan-kawan bisa berjalan, berperang maupun berjoget. Tak pelak robot robot itu laris untuk foto-foto warga yang menemuinya.

Didik mengatakan, mereka iuran untuk kumpulkan modal membeli bahan sponeva (busa ati). Dana yang terkumpul untuk beli cat, spon, dan perlengkapan pendukung lainnya. Cara pengerjaannya yaitu dengan meniru persis gambar robot transformer. Namun untuk skala ukurannya menggunakan feeling saja.

“Yang paling sulit saat memproduksi, ya dalam pembentukan robot dan pengecatan. Kami harus detail, jangan sampai berbeda jauh dengan gambar yang kami contoh, meskipun alat-alat yang digunakan baru sebatas gunting, cutter, dan penggaris. Cat yang kami gunakan adalah cat sintetis. Lalu untuk membuat warna semakin hidup, kami semprotkan minyak M3,” kata Didik.

Samsul Maarif (30), yang bertugas di bagian produksi menambahkan, ada dua produk yang diproduksi mereka, yakni yang berbentuk robot display dan kostum. Kostum dapat dikenakan, digerakkan, dan telah disesuaikan dengan postur tubuh orang dewasa. Biasanya itu disewakan di lokasi wisata.

“Sedangkan robot displai hanya sekadar dipajang ketika ada event-event. Untuk pengerjaan robot kostum, rata-rata paling cepat dua bulan per robot. Robot displai setinggi rata-rata 3 meter butuh waktu sekitar 3 bulan. Apabila dijual, Rp 7 juta per robot kostum. Sedangkan untuk robot displai Rp 15 juta per buah,” kata guru SD Negeri Sruwen 1 Tengaran Kabupaten Semarang itu. (tribunjateng/deni setiawan)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help