TribunJateng/

Laporan Humas Polres Batang

Aksi Unjuk Rasa Batang Menyatu Tuntut Janji PT BPI di PLTU Batang

Koordinator Aksi Zainudin menuntut kepada PT BPI ( Bimasena Power Indonesia) selaku konsorsium pembangunan untuk optimalisasi pemberdayaan tenaga kerj

Aksi Unjuk Rasa Batang Menyatu Tuntut Janji PT BPI di PLTU Batang
Humas Polres Batang

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -- Ratusan warga yang mengatas namakan Lintas Organisasi Masyarakat Batang Menyatu melakulan aksi damai menuntut janji terkait Pembangunan PLTU 2 x 1.000 MW dengan menyampaikan orasi di jalan Sultan Agung dan pintu masuk PLTU Batang  Selasa (4/4/17).

Koordinator Aksi Zainudin menuntut kepada PT BPI ( Bimasena Power Indonesia) selaku konsorsium pembangunan untuk optimalisasi pemberdayaan tenaga kerja dan pengusaha lokal yang dikerjakan oleh masyarakat lokal, Tenaga kerja, Kontruksi, Pengadaan Material GOL C, Bidang lingkungan hidup, Katring, Pekerjaan bidang, kelautan (Drigging) Dan pekerjaan lainnya yang mampu dikerjakan masyarakat lokal.

"Pemberian bantuan CSR kepada desa penyanggah berupa kesehatan masyarakat, pendidikan SDM, Pembinaan UMKM," tuntut Zainudin

Dalam tuntutan juga meminta kejelasan pelaksanaan pembangunan PLTU, termasuk perijinanya, fakta integritas antara Maincond dengan Sub. Count lokal.

"Semua tuntutan di atas dituangkan dalam nota kesepakatan bersama dengan saksi  saksi Bupati, Kapolres, dan Komandan Kodim," pinta Zainudin dalam Aksi demonya.

Guna meredam aksi para pengunjuk rasa, Dandim 0736 Batang Letkol Inf  Fajar Ali Nugraha bersama Waka Polres Batang Kompol Widodo Ponco Susanto, langsung  menemui para pengunjuk rasa.

Wakapolres Batang Kompol Ponco  mengatakan, Polri/Tni tidak memihak siapapun karena sebagai pihak keamanan. "Tugas kami hanya mengawal dalam penyampaian aspirasi ini," tegas Waka Polres.

Dandim 0736 Batang Letkol Inf. Fajar Ali Nugraha mengatakan pelaksanaan penyampaian aspirasi berjalan aman dan kondusif.

Dandim  akan mencoba  memediasi antara warga dan pihak PT BPI terkait janji-janji yang telah diberikan BPI.

"Sebenarnya apa yang menjadi penyampaian  aspirasi ini sudah kami bahas dalam rapat Forkompinda agar bisa mewadahi apa yang menjadi tuntutan," terang Dandim.

“Beberapa waktu lalu saya telah berdiskusi dengan Bupati Batang terpilih dan beliau menghimbau kepada masyarakat tetap mendukung pembangunan PLTU karena akan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Batang. Ke depan setelah tol Trans Jawa selesai dibangun maka Pantura akan sepi. Hal itu tentu akan mempengaruhi perekonomian rakyat Batang dan PLTU dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut,” katanya.

Ketika pengunjuk rasa tiba di Kantor PT BPI. Perwakilan PT BPI Didik  menemui para pengunjuk rasa. "Saya berharap warga Batang ada yang mendapat pekerjaan di pembangunan PLTU. Akan kita pilah pilah mana yang bisa masuk untuk warga Batang dan  mana yang tidak," jelasnya.

Menanggapi demo, Plt Bupati Batang Nasikhin mengatakan, bahwa PLTU secara Amdal telah memenuhi syarat. Begitu juga mengenai pendidikan kepada masyarakat telah dilaksanakan.

"Pembayaran kompensasi telah dilaksanakan pengantian lahan juga telah dilakukan. Terkait aspek teknis pelaksanaan akomodir tenaga lokal yaitu 40 persen tenaga lapangan dari total 2500 pekerja juga telah dipenuhi oleh BPI. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help