TribunJateng/

Cegah Antrean Panjang di Stasiun, PT KAI Perpanjang Waktu Check-in

Penumpang kereta api kini bisa melakukan check-in tiket kereta, tujuh hari sebelum keberangkatan

Cegah Antrean Panjang di Stasiun, PT KAI Perpanjang Waktu Check-in
tribunjateng/hermawan handaka
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI - Penumpang kereta api kini bisa melakukan check-in tiket kereta, tujuh hari sebelum keberangkatan. Awalnya, penumpang kereta yang telah membeli tiket dapat melakukan check-in di check-in counter di stasiun mulai 12 jam sebelum keberangkatan.

"Selama diberlakukan aturan check-in 12 jam sebelum keberangkatan, terjadi antrean atau kepadatan penumpang di hall atau ruang tunggu stasiun. Karena itu, untuk meningkatkan kenyamanan, waktu check-in diperpanjang tujuh hari atau 7x 24 jam sebelum keberangkatan kereta," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko dalam rilis yang diterima, Jumat (7/4/2017).

Menurutnya, sistem baru terkait check-in tiket kereta itu diberlakukan 4 April 2017. Check-in dilakukan dengan mengetikkan kode booking atau melakukan pindai barcode yang tercantum pada bukti transaksi pembelian tiket di check-in counter di stasiun.

Check-in counter ini akan mengeluarkan boarding pass yang mencantumkan nama, identitas penumpang, kode booking, dan nama kereta beserta tujuan dan jadwal keberangkatan.

Boarding pass inilah yang kemudian harus dibawa penumpang saat mau berangkat menggunakan kereta.

Di boarding gate stasiun, boarding pass akan diperiksa petugas. Petugas akan melakukan verifikasi boarding pass dengan perangkat scanner serta memeriksa kecocokan data dengan kartu identitas asli penumpang.

"Check-in tiket dan boarding pass ini dapat menghilangkan peredaran tiket palsu. Diharapkan, sistem ini akan semakin meningkatkan ketertiban dan keamanan penumpang kereta," ujarnya.

Sesampai di boarding gate stasiun, penumpang tetap wajib menunjukan kartu identitas asli yang ada fotonya. Jika data pada boarding pass dan identitas tidak sesuai tetap dilarang masuk dan dianggap hangus.

Ixfan mengatakan, jika boarding pass tidak terbaca barcode reader karena buram, maka petugas dapat mengarahkan calon penumpang menuju loket layanan pelanggan (customer service) untuk melakukan cetak ulang boarding pass.

"Setelah check- ini penumpang akan mendapatkan boarding pass, kami menghimbau agar boarding pass yang telah dicetak, hendaknya disimpan dengan baik. Jangan sampai hilang atau rusak," imbuhnya.

(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help