TribunJateng/

Korupsi e KTP

Ganjar Pranowo: Mungkin Pak Setnov Lupa . . .

"Tidak, tidak benar. Saya (saat persidangan) juga ditanya apakah saudara menerima? Saya jawab tidak,"

Ganjar Pranowo: Mungkin Pak Setnov Lupa . . .
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Anggota Komisi II DPR yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/3/2017). Selain Ganjar, anggota DPR Agun Gunandjar dan Gubernur BI Agus Martowardojo juga menjadi saksi terkait kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membantah tuduhan Muhammad Nazaruddin yang mengatakan dirinya menerima uang 500 ribu dollar Amerika Serikat terkait proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).

"Tidak, tidak benar. Saya (saat persidangan) juga ditanya apakah saudara menerima? Saya jawab tidak," ujar Ganjar di sela-sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di jalan tol Bawen - Salatiga, Sabtu (8/4/2017).

Perlu diketahui, Nazaruddin saat persidangan mengatakan menawari Ganjar dua kali, yakni sebesar 150 ribu dollar AS lalu ditolak karena meminta 500 ribu dollar.

"Waktu ditanyai itu saya ditawari dua kali. Lalu di bocoran, juga dikatakan saya ditawari tiga kali lagi. Kalau ditawari sebanyak lima kali, masak saya menerima," sambungnya.

Ganjar juga menyebut ada kesaksian bahwa dia menerima uang tersebut dari Bu Mustopoweni sekitar bulan September atau Oktober 2010.

"Menarik, waktu itu ditanya saya menerima di ruangan Bu Mustokoweni pada sekitar bulan September - Oktober (2010) tetapi kan Bu Mostokoweni meninggal dunia bulan Juni (2010). Apakah ada yang sengaja menarik-narik saya? Ya, saya tidak tahu," sambungnya.

Terkait bantahan politisi asal Partai Golkar, Setyo Novanto (Setnov) yang membantah ucapan Ganjar terkait nasehatnya soal E-KTP di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Ganjar mengatakan mungkin Setnov lupa.

"Ya gak pa-pa (jika Setnov membantah). Saya juga ditanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), apakah saudara pernah bertemu (Setnov)? Ya, saya pernah. Tetapi mungkin Pak Setnov lupa," tandasnya.

(*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help