Bupati Kudus Ingin Pasar Wergu Baru 'Hidup' Selama 24 Jam

Bupati Kudus, Musthofa, meresmikan pengoperasian Pasar Wergu Baru, di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota

Bupati Kudus Ingin Pasar Wergu Baru 'Hidup' Selama 24 Jam
istimewa
Bup‎ati Kudus, Musthofa, menerima bingkisan dari pedagang, usai peresmian pasar baru 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus, Musthofa, meresmikan pengoperasian Pasar Wergu Baru, di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Minggu (9/4).

Pasar yang menelan anggaran Rp 27,3 miliar ini sedikitnya mampu menampung 550 pedagang. Rinciannya 360 pedagang menempati los dan 190 lainnya menenmpati kios.

"Dengan lahan yang masih tersedia, pasar ini akan dikembangkan. Ke depan, akan saya jadikan Pasar Baru ini sebagai Pasar Induk," kata Musthofa, yang juga Lurahe pedagang pasar se-Jawa Tengah ini, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Senin (10/4).

Bahkan, dia berharap, pasar baru ini akan 'hidup' selama 24 jam. Artinya, aktivitas di pasar ini terus berlangsung, sebagaimana aktivitas yang berlangsung di seputar Simpangtujuh.

Pembangunan dan kepindahan pasar ini, tambahnya, karena pasar lama sudah tidak mampu lagi menampung pedagang. Terlebih, pasar lama tersebut menempati bangunan milik PT. KAI dengan sistem sewa.

"Maka, dengan ini kami berupaya memberikan kenyamanan dan kepastian dalam mencari nafkah melalui pembangunan pasar ini. Semuanya gratis," tegas Bupati.

Menurut Musthofa, ekonomi kerakyatan merupakan kata kunci dalam membangun perekonomian secara nasional. Revitalisasi pasar adalah upaya nyata dalam penguatan kemampuan berkompetisi bagi pedagang tradisional dengan keberadaan pasar modern.

Bupati berpesan agar fasilitas yang telah ada dirawat dan dijaga dengan baik. Termasuk kebersihan lingkungan pasar yang menjadi tanggung jawab bersama. Sementara, kekuranglengkapan fasilitas (seperti pagar) akan segera dilengkapi demi kenyamanan pedagang dan pembeli.

"Semoga para pedagang di sini jualannya laris. Dan bisa mencari nafkah dengan nyaman," harap Bupati yang juga Pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti, mengatakan bahwa dengan dibangunnya pasar baru ini, maka Pemkab Kudus tak perlu mengeluarkan anggaran sewa tiap bulannya. Menurut dia, tiap tahun biaya sewa yang harus dikeluarkan Pemkab Kudus kepada PT. KAI mencapai Rp 80 juta/tahun.‎

"Untuk pedagang sepeda dan mebel akan kami bangun dengan anggaran tahun berikutnya," ujar Sudiharti.

Sementara itu, seorang pedagang, Suhendro, mengaku senang dengan keberadaan pasar baru ini. Dirinya berharap, pasar baru segera dilengkapi fasilitas tambahan, demi kenyamanan pengunjung.

(*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved