TribunJateng/
Home »

Sport

» Basket

Ngopi Pagi

Bulutangkis Selalu Bikin Bangga

Di tengah kegaduhan politik dan melempemnya ekonomi, prestasi Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo bak setitik air di gurun pasir.

Bulutangkis Selalu Bikin Bangga
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, merayakan kemenangan dalam Malaysia Terbuka di Stadium Perpaduan, Kuching, Minggu (9/4/2017). 

TRIBUNJATENG.COM --  Yang patah tumbuh, hilang berganti. Ungkapan ini menggambarkan reputasi atlet tepok bulu Indonesia di kancah internasional.

Di tengah kegaduhan politik dan melempemnya ekonomi, prestasi Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo bak setitik air di gurun pasir. Gaung kemenangannya di ajang Malaysia Terbuka memang tak menggelegar.

Tersisihkan berbagai berita lain yang lebih membetot perhatian publik. Namun, pencapaian ganda putra ini tak diragukan lagi menjaga marwah Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama badminton dunia.

Marcus dan Kevin sebelumnya juga memenangi All England dan India Terbuka. Pasangan ini pun membuat rekor hat-trick di tiga kejuaraan Super Series, tanpa terkalahkan sepanjang tahun ini.

Badminton memang bukan cabang olahraga utama dibandingkan sepakbola, atletik atau renang di berbagai arena multievent. Keberadaannya di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade bisa dibilang tidak spesial bagi negara-negara lain.

Di televisi sport internasional, jelas tepok bulu ini bukan tontonan yang laris ditayangkan. Harus diakui bahwa bulutangkis tidak sepopuler tinju, golf, tenis, bola basket, MotoGP, Formula Satu atau bahkan bisbol.

Meski demikian, bagi bangsa Indonesia, olahraga ini satu dari sedikit cabang yang memiliki atlet-atlet kelas dunia. Siapa yang tidak mengakui reputasi Pelatnas Cipayung sebagai kawah candradimuka olahragawan nasional, yang hasil didikannya tersebar di mancanegara.

Mencuatnya Marcus/Kevin merawat harapan keharuman nama Indonesia selalu terjaga di gelanggang internasional. Suka tidak suka, melebihkan atau tidak, kontribusi bulutangkis terhadap marwah bangsa ini di tengah pergaulan dunia amat besar.

Olimpiade merupakan bukti tersahih atas pernyataan tersebut. Kita tahu, setiap empat tahun sekali, perhatian masyarakat internasional terhadap ajang multicabang ini amat besar.

Dan di lapangan bulutangkis-lah kita bisa mengangkat kepala tinggi-tinggi sebagai nasion. Sejak Olimpiade Barcelona tahun 1992, kecuali di London pada 2012, cabang ini memiliki tradisi menyumbang medali emas.

Halaman
12
Penulis: abduh imanulhaq
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help