Home »

Jawa

Di Balik Kisah Kapten Inf Lasmito Diseruduk dan Luput Ditembak dalam Penggerebekan Teroris

Setelah terjadi baku tembak selama 50 menit di kebun jagung, enam terduga teroris itu tewas di tempat.

Di Balik Kisah Kapten Inf Lasmito Diseruduk dan Luput Ditembak dalam Penggerebekan Teroris
mohammad romadoni
SATU DARI ENAM JENAZAH TERDUGA TERORIS - Perburuan pelaku terduga teroris di Dusun Siwalan, Kecamatan Jenu, Tuban akhirnya berakhir tragis, Sabtu (8/4/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, TUBAN -- Nyawa Komandan Rayon Militer (Koramil) 0811/01 Kota Tuban, Kapten Inf Lasmito hampir melayang saat seorang terduga teroris mengarahkan tembakan kepada perwira pertama TNI tersebut, Sabtu (8/4) lalu.

Lasmito lolos dari maut karena senjata api rakitan yang dibawa Satria Aditama (19) tak meletus alias macet.

"Senpi milik terduga teroris gagal meletus. Saya berupaya menghindar untuk menyelamatkan diri," ujar Kapten Inf Lasmito saat ditemui di Koramil 0811/01 Kota Tuban, Senin (10/4).

Ia masih ingat betul pria yang menembak itu mengenakan kaus warna hijau bertuliskan 'Slemania'.

Menurutnya, saat itu tak ada perasaan takut di benaknya

Lasmito dan sejumlah polisi melakukan pengejaran terhadap enam orang terduga teroris yang menembak dua anggota Satlantas Polres Tuban, Jawa Timur, di Pos Blackspot Terapy, Jati Peteng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu lalu.

Setelah terjadi baku tembak selama 50 menit di kebun jagung, enam terduga teroris itu tewas di tempat.

Saat ikut mengejar para terduga teroris, Lasmito mengaku tak merasa takut. Ia bahkan sempat jatuh tersungkur ke tanah akibat serudukan seorang terduga teroris.

Senjata laras panjang SS-1 Pindad yang dibawa Lasminto nyaris direbut pelaku.

Tak pelak, kontak fisik terjadi. Lasmito bergumul dengan terduga teroris di tanah lapang persis di sebelah lahan jagung.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help