Home »

Jawa

Bupati Purwakarta Hadiri Sidang Ibu Digugat Anak Kandung Rp 1,8 M, Inilah Ekspresinya

"Saya harap segera damai. Ini urusan ibu dengan anak kan. Bukan perusahaan. Jangan dibawa ke ranah pengadilan," katanya.

Bupati Purwakarta Hadiri Sidang Ibu Digugat Anak Kandung Rp 1,8 M, Inilah Ekspresinya
TRIBUN JABAR
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi bersalaman dengan penggugat ibu 

TRIBUNJATENG.COM, GARUT - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengaku tak memberi tahu pihak keluarga Siti Rokayah alias Amih jika akan datang ke persidangan.

Kedatangan Dedi memang untuk memenuhi janji beberapa waktu lalu.

"Sudah beberapa kali ketemu Amih. Janji juga datang ke pengadilan. Cuma baru sempat sekarang. Sekalian ada acara di Garut," ujar Dedi di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (13/4/2017).

Dedi menyebut sudah sering berkomunikasi dengan anak-anak Amih untuk mengetahui perkembangan kasus yang menjadi perhatian karena menggugat ibu kandung senilai Rp 1,8 miliar.

Dedi pun mengetahui Amih akan datang setelah dihubungi salah satu anak Amih.

"Saya harap segera damai. Ini urusan ibu dengan anak kan. Bukan perusahaan. Jangan dibawa ke ranah pengadilan," katanya.

Kuasa Siti Rokayah

Siti Rokayah (83) lega setelah Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersedia sebagai kuasa setelah anak kandungnya menggugat Rp 1,8 miliar.

"Alhamdulillah Kang Dedi mau bantu. Emak mah mau cepat selesai," ujar perempuan yang akrab disapa Mak Amih saat ditanya perihal kasus yang menimpanya, Sabtu (25/3/2017).

Mak Amih ingin berkonsentrasi untuk pemulihan kesehatannya. Beberapa kali persidangan Mak Amih memang tak nampak di Pengadilan Negeri Garut. Selama beraktivitas di rumah Mak Amih harus menggunakan kursi roda.

Asep Yana (53), menantu Mak Amih dari anak bungsunya, berharap kasus yang menimpa ibunya bisa segera diselesaikan. Kasus tersebut secara tak langsung mempengaruhi kesehatan Mak Amih.

"Saudara kami sepertinya ketakutan karena Kang Dedi menjadi kuasa. Apalagi sudah ramai di media. Kami harap Kang Dedi bisa mengupayakan islah," ungkap Asep.

Menurut Asep, pihak keluarga sudah bersedia membayar sebesar Rp 120 juta. Meski nilai utang awal yang diatasnamakan Mak Amih hanya Rp 20 juta.

"Saudara saya tetap ingin dibayar Rp 1,8 miliar. Sempat turun memang menjadi setengahnya. Cuma kami tidak mampu membayar. Uang Rp 120 juta saja itu hasil patungan keluarga," ucap Asep. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help