TribunJateng/

Heru Minta Pengelola Tempat Wisata di Dataran Tinggi Kabupaten Semarang Waspada Longsor

Dia menjelaskan bencana tanah longsor salah satunya disebabkan karena adanya celah atau rongga tanah yang kemasukan air

Heru Minta Pengelola Tempat Wisata di Dataran Tinggi Kabupaten Semarang Waspada Longsor
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
Wisata Kampung Krisan Gemah Ripah di Dusun Clapar Desa Duren Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang bisa jadi altenatif liburan. Di tempat ini terhampar kebun bunga warna warni yang memesona. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto menghimbau masyarakat yang berada di lereng bukit maupun pegunungan untuk tetap selalu waspada.

Kewaspadaan ini lantaran beberapa wilayah di Kabupaten Semarang terjadi longsor usai hujan deras.

Heru mengatakan curah hujan pada bulan April ini masih tergolong cukup tinggi.

Dia menjelaskan bencana tanah longsor salah satunya disebabkan karena adanya celah atau rongga tanah yang kemasukan air.

"Air hujan yang turun tidak bisa dikendalikan alirannya, sehingga jika ada rekahan maka harus secepatnya ditutup," ujar Heru, Kamis (13/4/2017).

Tidak hanya menghimbau kepada warga yang tinggal di lereng bukit maupun pegunungan, Heru juga menghimbau kepada para pengelola tempat wisata serta wisatawan di kedua tempat tersebut.

Jika tempat wisata tersebut berupa air terjun dan jeram, Heru menekankan agar pengelola meningkatkan pengawasan di daerah hulu aliran air.

Daerah hulu atau muara ini, dikatakannya terletak di dataran tinggi yang biasanya rawan terjadi longsor.

Heru juga meminta para pengelola wisata di sekitar lereng pegunungan, supaya menghindari menanam tanaman produktif ataupun pohon yang bisa menggemburkan tanah semisal menanam tanaman pisang.

"Hindari menanam pohon pisang, terutama pada jalan menuju obyek wisata. Silakan menanam tanaman keras agar tanah tidak mudah longsor," himbaunya.

(*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help