VIDEO Perjuangan Sopir BRT Tetap Kerja di Hari Libur dan Alasan Kadang Terpaksa Ngebut

VIDEO Perjuangan Sopir BRT Tetap Kerja di Hari Libur dan Alasan Kadang Terpaksa Ngebut karena . . .

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di saat banyak orang menikmati hari libur, sopir Bus BRT Semarang tetap bekerja melayani penumpang. Karenanya, tak jarang sopir bus mendapat protes dari keluarga.

Jumat (14/4) pagi, Sutrisno dan rekan sopir lain beserta petugas tiket dan teknisi menggelar doa bersama sebelum beraktivitas di pool BRT Koridor II Terminal Terboyo.

Doa yang mereka panjatkan agar diberi kelancaran dan keselamatan selama bekerja. "Mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar hari ini diberi kelancaran, keselamatan dan keamanan. Berdoa mulai," ucap seorang teknisi, Abdul Mufid memimpin doa yang kemudian serentak menundukkan kepala. "Selesai," ucap Abdul berselang tak berapa lama.

Perjuangan Sopir BRT Tetap Kerja di Hari Libur dan Alasan Kadang Terpaksa Ngebut
Perjuangan Sopir BRT Tetap Kerja di Hari Libur dan Alasan Kadang Terpaksa Ngebut (tribunjateng/galih permadi)

Usai berdoa, Sutrisno lantas menuju ke balik kemudi. Beberapa penumpang telah menunggu di shelter. Sutrisno lantas memarkirkan BRT di depan shelter. Penumpang lantas masuk bergantian.
"Meski sekarang hari libur, ya tetap kerja. Karena sudah tugas saya ya harus dikerjakan," kata Sutrisno mengawali percakapan.

Tetap kerja di hari libur kadang Sutrisno mendapat protes terutama sang buah hati. "Kadang dapat protes dari anak. Ini kan libur kok bapak tetap masuk. Namanya tugas melayani masyarakat ya bagaimana lagi," ujarnya.

Perjuangan Sopir BRT Tetap Kerja di Hari Libur dan Alasan Kadang Terpaksa Ngebut
Perjuangan Sopir BRT Tetap Kerja di Hari Libur dan Alasan Kadang Terpaksa Ngebut (tribunjateng/galih permadi)

Terkait pemberitaan sopir BRT ugal-ugalan, Sutrisno mengatakan jika sopir BRT harus bisa mengatur jarak antar BRT satu dengan yang lain. "Interval waktu antar bus sekitar 7-10 menit. Kalau petugas pencatat waktu sudah lapor jarak 16 menit ya sopir harus menambah kecepatan," ujarnya.

Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu faktor penghambat laju bus. "Kalau interval waktu terlalu jauh kasihan penumpang dan calon penumpang yang menunggu di shelter. Saya harus tambah kecepatan," ujarnya. (tribunjateng/galih permadi)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved