TribunJateng/
Home »

Sport

» Basket

Liga Seria A

Laga Inter Milan vs AC Milan, Kado Perpisahan untuk Berlusconi

Rezim Silvio Berlusconi di AC Milan resmi berakhir. Kamis (13/4) waktu setempat, pria yang sudah menguasai Milan lebih dari 30 tahun itu akhirnya

Laga  Inter Milan vs AC Milan, Kado Perpisahan untuk Berlusconi
AFP/ALBERTO PIZZOLI
Silvio Berlusconi 

TRIBUNJATENG.COM, MILAN --  Rezim Silvio Berlusconi di AC Milan resmi berakhir. Kamis (13/4) waktu setempat, pria yang sudah menguasai Milan lebih dari 30 tahun itu akhirnya menjual sahamnya ke pengusaha asal China bernama Yonghong Li.

Melalui perusahaan Rossoneri Sport Investment Lux, Li membeli saham Milan sebesar 99,93%. Artinya, Li kini memegang peran sebagai presiden klub menggantikan Berlusconi yang sudah memimpin selama 31 tahun.

"Fininvest (perusahaan milik Berlusconi) telah menyelesaikan penjualan saham dan pengambilalihan ini sudah ditandatangani oleh Direktur Fininvest, Danilo Pellegrino serta perwakilan Rossoneri Sport Investment Lux, David Han Li," bunyi pernyataan resmi Milan.

"Sesuai perjanjian, mereka membeli seluruh kepemilikan klub dengan harga 740 juta euro (Rp 10,4 triliun) termasuk biaya yang telah dibayar pada 30 Juni dan 1 Juli 2016, sebesar 310 juta euro (Rp4,36 triliun)," tegas pernyataan tersebut.

Setelah kesepatakan penjualan itu rampung, Berlusconi pun menyampaikan salam perpisahannya pada seluruh pencukung Milan. "Hari ini saya akhirnya meninggalkan posisi sebagai Presiden AC Milan. Saya melakukannya dengan emosi meluap-luap. Saya sedikit kecewa, tapi tetap saya lakukan demi tuntutan sepak bola modern dan bersaing di level Eropa serta dunia," kata pria berusia 80 tahun itu seperti dilansir di situs klub.

"Saya tidak pernah melupakan semua orang yang mengucapkan terima kasih pada saya selama memimpin klub ini. Kita sudah memenangkan banyak gelar. Saya tidak mungkin sebutkan satu persatu, jadi saya ucapkan terima kasih pada para pelatih yang telah memberikan gelar juara. Terima kasih juga pada asisten pelatih, staf teknis, staf administrasi, serta tim medis sehingga menjadikan Milan sebagai model dalam dunia sepak bola."

"Di antara mereka, orang pertama yang harus saya sebut yaitu Adriano Galliani (CEO Milan) yang sudah membangun tim ini tanpa kenal lelah. Saya juga berterima kasih atas dukungan fans. Jutaan suporter selalu memenuhi stadion sambil berteriak Forza Milan. Tanpa mereka, AC Milan tidak akan pernah ada. Dengan mereka, kami bisa memenangkan segalanya," kata mantan perdana menteri Italia tersebut.

 Proses penjualan saham Milan sendiri berlangsung kurang dari 48 jam sebelum digelarnya laga bertajuk Derby Della Madonnina di Stadion San Siro, Sabtu (15/4). Maka bagi Carlos Bacca dkk, kemenangan di laga giornata ke-32 ini menjadi harga yang tak bisa ditawar demi mempersembahkan kado perpisahan pada mantan presiden klub mereka itu.

 "Saya sangat emosional. Saya ingin berterimakasih kepada CEO Adriano Galliani dan Silvio Berlusconi yang telah memberi saya kesempatan melatih klub sebesar ini. Saya pikir kini saya bersama para pemain jadi bagian dari sejarah ini," kata pelatih Vincenzo Montella dikutip dari Sky Sports, Jumat (14/4). "Satu-satunya target di derbi ini adalah menang. Ini laga spesial, dan kami harus berusaha keras mencapainya," imbuh Montella.

Tak sekadar kado perpisahan bagi Berlusconi, laga ini makin krusial karena adanya pertaruhan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Milan saat ini berada di peringkat keenam klasemen Serie A dengan nilai 57 dari 31 laga, tertinggal dua poin dari Atalanta di posisi lima yang jadi batas zona Eropa. Sementara Inter di posisi ketujuh, dua poin lebih sedikit dari sang rival sekota. "Mempertimbangkan posisi saat ini, derby ini akan sangat ketat dan penting. Kedua tim sama-sama mengincar kelolosan ke kompetisi Eropa, jadi ini akan krusial," ujar bek Milan Mattia De Sciglio kepada Milan TV.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help