Kisah Ibu Satu Anak Yang Bekerja Sebagai Air Traffic Controller di Bandara Ahmad Yani

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bagi Angguntyas Hafiza Haq ia akan bekerja sebagai air traffic controller atau pemandu lalu lintas udara.

Kisah Ibu Satu Anak Yang Bekerja Sebagai Air Traffic Controller di Bandara Ahmad Yani
Tribun Jateng/Amanda Rizqiana
Angguntyas Hafiza Haq 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak pernah terbayangkan sebelumnya bagi Angguntyas Hafiza Haq ia akan bekerja sebagai air traffic controller atau pemandu lalu lintas udara.

Sebuah profesi yang namanya saja baru ia dengar ketika sudah diterima bekerja di Airnav Indonesia atau Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia.

“Saya tidak tau apa itu air traffic controller. Baru tahu setelah diterima bekerja di sini,” tuturnya malu-malu. 

Alumnus Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang ini tak pernah berpikir akan bekerja di bidang transportasi udara.

Ia bahkan tidak tahu ada pekerjaan tersebut.

Seperti selayaknya orang lain, ia pun memiliki cita-cita, namun profesi yang ia inginkan sekadar menuruti kecintaannya pada bahasa Inggris.

Ini karena ketika sekolah itulah mata pelajaran yang paling ia kuasai.

Kedua orangtua yang berprofesi sebagai guru mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan sebagai guru, namun ia kurang tertarik menjadi guru. 

“Padahal pada semester akhir kuliah justru saya mengajar dan mendapat penghasilan dari mengajar tersebut,” ungkapnya.

Penuhi kualifikasi

Halaman
1234
Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help