TribunJateng/
Home »

Solo

Alasan Tim Lima Bentukan PB XIII Bongkar Paksa Gembok Pintu Keraton Solo

Ketua Tim Lima, KGPH Benowo, membenarkan pembongkaran gembok pintu Keraton Solo. Pembongkaran dilakukan karena pihaknya tidak mendapat akses masuk

Alasan Tim Lima Bentukan PB XIII Bongkar Paksa Gembok Pintu Keraton Solo
tribun jateng/galih priatmojo
Keraton Solo 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- Tim Lima bentukan Paku Buwono (PB) XIII membongkar paksa gembok pintu Keraton Solo, Minggu (16/4) sore.
Menurut informasi yang dihimpun, kabar beredar pembongkaran terjadi sekitar pukul 16.00.

Ketua Tim Lima, KGPH Benowo, membenarkan pembongkaran gembok pintu Keraton Solo. Pembongkaran dilakukan karena pihaknya tidak mendapat akses masuk oleh pemegang kunci.

"Yang kami bongkar adalah akses-akses penting untuk tamu (jumenengan atau peringatan naik tahta PB XIII) karena tak ada kunci terpaksa kita ganti kuncinya. Itu dawuh (perintah--Red) Sinuhun (PB XIII)," kata Benowo.

Dia mengaku, kondisi ruangan yang sudah dapat dibuka terkesan kotor. Saat dihubungi, Benowo mengungkapkan, pembongkaran masih berlangsung.

"Sekitar 30-an (pintu) lebih, itu saja (pintu) yang penting-penting," kata dia.

Adapun akses-akses penting untuk jumenengan adalah akses di Kamandungan, Museum, Magangan, hingga Jalatunda.

Sementara, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KP Eddy Wirabhumi mengatakan, kunci tersebut dibawa oleh putri-putri penjaga masing-masing ruangan. LDA mengaku tidak membawa kunci-kunci akses jumenengan yang dimaksud.

Sebagai informasi, jumenengan akan diadakan pada 22 April 2017 mendatang. Saat ini, PB XIII bersama Tim Lima tengah mempersiapkan rangkaian jumemengan dengan kawalan aparat keamanan.

Di sisi lain, hingga Minggu kemarin, Polda Jateng masih menjaga ketat area Keraton Solo. Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KP Eddy Wirabumi menyampaikan, polisi masih menjaga ketat area keraton.

"Tukang sapu dan penjaga tidak boleh masuk," kata Eddy kepada wartawan di Alun-alun Kidul, Minggu siang.

Eddy menyatakan, dia sempat mengecek lokasi dan bertemu sejumlah kerabat dan aparat.

"Tadi pagi (Minggu pagi--Red) ketemu Gusti Dipo (KGPH Dipokusumo) dan aparat di dalam keraton. Di dalam juga masih ada Gusti Timur (GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, putri PB XIII) dan Gusti Is (GKR Isbandiyah)," beber Eddy.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/4) malam, Polda Jawa Tengah telah mensterilkan area keraton dengan dasar permohonan PB XIII, sebagai rangkaian prosesi jumenengan atau peringatan naik tahta raja.

Pada Sabtu pagi hingga siang, Polda Jateng menggeledah Keraton Solo, terkait dengan kasus pemalsuan tanda tangan dokumen untuk kekancingan. Sekitar 50 polisi berjaga dan bersenjata lengkap.

Mobil taktis kepolisian terparkir di pintu selatan atau Magangan, Keraton Solo. (Tribun Solo/kps)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help