Empat Pegawai Imigrasi yang Terkena OTT Pungli di Kebumen Terancam Sanksi Pemecatan

Penjatuhan sanksi melalui prosedur pemeriksaan terhadap pihak bersangkutan yang dilengkapi berita acara.

Empat Pegawai Imigrasi yang Terkena OTT Pungli di Kebumen Terancam Sanksi Pemecatan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Mobil Honda HRV keluaran 2015 milik Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap turut diamankan tim Saber Pungli Polres Kebumen, Senin (17/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah akan membentuk tim pemeriksa khusus menyikapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Kebumen terhadap empat petugas kantor Imigrasi Kelas II Cilacap.

"Kami sudah perintahkan bentuk tim internal untuk memeriksa kasus tersebut," kata
Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng Bambang Sumardiono, Senin (17/4/2017).

Dia belum bisa memutuskan jenis sanksi bagi oknum petugas yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.

Mekanisme pemberian sanksi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) menurutnya telah diatur dalam PP No 53/2012.

Penjatuhan sanksi melalui prosedur pemeriksaan terhadap pihak bersangkutan yang dilengkapi berita acara.

Instansinya juga akan berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara oknum ASN dalam proses pemeriksaan tersebut.

"Sanksi tergantung bentuk pelanggarannya seperti apa. Sanksi terberat tentu berupa pemecatan," jelasnya.

Adapun Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap, Tri Sasongko, membenarkan adanya bawahannya yang terkena OTT.

Dia menyatakan petugas tersebut tak melakukan Prosedur operasional Standar (SOP) Kantor Imigrasi dalam penanganan penyalahgunaan visa oleh warga negara asing (WNA).

"Petugas imigrasi sebelumnya mendapati ada WNA yang diduga menyalahgunakan visa. WNA tersebut memegang visa wisata tapi melakukan transaksi jual beli biji jenitri di Kebumen," terang Tri Sasongko.

Sesuai SOP, kalau ada dugaan penyalahgunaan dokumen keimigrasian, penanganan terhadap terduga seharusnya dilaksanakan di kantor Imigrasi.

Kenyataannya, empat petugas itu justru membawa WNA tersebut ke luar kantor, di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kebumen.

"Kami akan dukung penuh upaya penegak hukum untuk memberantas pungli. Kami juga siap memberikan keterangan jika dibutuhkan penyidik," tandasnya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help