TribunJateng/

Saat Putus Asa, Perempuan yang Memiliki Dua Vagina Itu Akhirnya Hamil

Seorang perempuan yang dinayatakan kecil kemungkinannya hamil karena memiliki dua organ reproduksi, kini menunggu kelahiran sang bayi ajaib.

Saat Putus Asa, Perempuan yang Memiliki Dua Vagina Itu Akhirnya Hamil
Dailymail
Krista Schwab (32) ingin kehamilannya memberi harapan kepada penderita lain yang putus asa untuk hamil 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang perempuan yang dinayatakan  kecil kemungkinannya hamil karena memiliki dua  organ reproduksi, kini menunggu kelahiran sang bayi ajaib.

Krista Schwab (32) memiliki dua vagina, cervixes dan rahim. Setelah  dua kali keguguran, Krista dan suaminya Courtney (33)  telah menunggu memiliki anak.

Krista kini hamil lima bulan dan mengharapkan bayi laki-laki, yang tumbuh di dalam rahim kirinya. “'Selama bertahun-tahun saya dan suami saya menangis, berdoa dan bermimpi memiliki seorang anak,” ujarnya.

Krista dari Washington State, didiagnosis dengan kondisi langka, yang dikenal sebagai didelphys rahim, ketika dia baru berusia 12 tahun. Saat remaja ia sudah menyadari memiliki dua rahim dan cervixes, tapi abru usia sekitar 30  dia pun baru tahu ternyata  juga memiliki dua vagina.

“Saya selalu merasa bagian yang terpisah selama hubungan seksual dan smear tes, tapi aku hanya berpikir bahwa perasaan adalah hal yang normal setiap wanita seperti saya.”

Setelah bertahun-tahun bermimpi memiliki anak kandung,  Krista membeli tes kehamilan tanpa banyak harapan.  “Setelah mungkin 1.000 tes kehamilan negatif - itu sampai ke titik di mana aku pasrah.”

'Desember lalu berat badan saya bertambah, jadi saya membeli tes  kehamilan, dan suami saya pikir itu hanya membuang-buang uang.”

'Saaya selama ini tak berharap banyak, tapi  kali tidak. Lalu aku melihat itu - itu positif. Aku  menangis.'

'Ini adalah kejutan besar, terutama untuk suami saya!,” kata Krista.

Dia menambahkan: 'Ketika saya bertemu suami saya pada usia 20 tahun, aku bilang aku tidak bisa memiliki anak.” .

Halaman
123
Editor: sujarwo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help