Siswi Al-Azhar 14 Juara KIR Nasional 2017

Dua siswi SMA Islam Al-Azhar 14 Semarang tampak malu-malu ketika didatangi Tribun Jateng di Kampus SMA Islam Al-Azhar 14 di Banyumanik

Siswi Al-Azhar 14 Juara KIR Nasional 2017
tribunjateng/akbar hari mukti/ist
JUARA I - Azahra Aliyyu Denaldo (tengah) dan Rani Nur Syamsidar, dua siswi kelas X SMA Islam Al Azhar 14 Semarang meraih juara 1 lomba KIR Al Azhar se-Indonesia di SD Islam Al Azhar 19 Sentra Primer, Jakarta, baru-baru ini. (istimewa/Rini Widiatmi) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --  Penataan sungai di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir patut mendapat acungan jempol. Namun tingkat kebersihan airnya masih belum tertangani. Dua siswi SMA di Semarang berhasil memberikan solusi.

Dua siswi SMA Islam Al-Azhar 14 Semarang tampak malu-malu ketika didatangi Tribun Jateng di Kampus SMA Islam Al-Azhar 14 di Banyumanik, Semarang, Senin (17/4).

Azahra Aliyyu Denaldo dan Rani Nur Syamsidar, dua siswi kelas X SMA tersebut berhasil menorehkan prestasi membanggakan bagi Kota Semarang setelah menjuarai kejuaraan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Al Azhar se-Indonesia yang digelar di SD Islam Al Azhar 19 Sentra Primer, Jakarta, pekan lalu.

Zahra menceritakan, karya ilmiah yang mereka kerjakan adalah tentang bakteri konsorsium limbah mangrove. Ia menjelaskan, penelitiannya berawal saat mereka menyadari bahwa Kota Semarang yang merupakan kota pesisir memiliki terdapat banyak mangrove.

“Lalu kami menyadari bahwa di sini, hampir semua sungainya kotor. Kami pun menggagas bagaimana cara agar bakteri di sungai-sungai berkurang, atau kalau bisa ya hilang,” jelasnya.

Ia menuturkan, bahwa dalam pengerjaan penelitian, dibutuhkan waktu 2 bulan.

“Kami berhasil menemukan bahwa ternyata ada bakteri-bakteri baik yang terdapat pada limbah mangrove di sungai. Jika bakteri-bakteri tersebut bergabung, maka akan menjadi anti-bakteri yang bisa melawan semua bakteri sungai,” jelasnya.

Menurut Zahra, penelitian yang berhasil dilakukannya dapat mengatasi 2 masalah yang selama ini mengganggu Kota Semarang.

“Yang pertama adalah mengatasi air sungai yang tercemar, serta limbah mangrove,” ujarnya.

Rani, rekan Zahra menuturkan, mereka mencari sampel untuk melakukan penelitian di empat sungai di Semarang, yakni sungai di daerah Pekunden, Rejosari, Bugangan, serta Kaligawe.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved