TribunJateng/

Lebaran 2017

TOL MUBAZIR, Hadi Santoso: Proyek Rp 21 Miliar akan Dibongkar Setelah Lebaran

Rencana pemerintah pusat membuat jalan tol sementara dari Brebes Exit (Brexit) hingga Weleri Kendal dinilai kurang tepat.

TOL MUBAZIR, Hadi Santoso: Proyek Rp 21 Miliar akan Dibongkar Setelah Lebaran
tribunjateng/bakti/ist
Rencana pemerintah pusat membuat jalan tol sementara dari Brebes Exit (Brexit) hingga Weleri Kendal dinilai kurang tepat. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso tinjau proyek jalan tol 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rencana pemerintah pusat membuat jalan tol sementara dari Brebes Exit (Brexit) hingga Weleri Kendal dinilai kurang tepat.

Pemerintah saat ini menyelesaikan tol sementara di seksi Batang-Semarang dengan panjang 31 kilometer hingga keluar di Weleri. Namun proyek yang menghabiskan Rp 21 miliar itu akan dibongkar lagi setelah Lebaran usai.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso mengatakan bahwa jalan tol ini sejatinya dibangun untuk meneruskan jalan tol permanen yang belum selesai guna menampung arus mudik karena pemerintah sedang berupaya menghubungkan kedua titik tersebut untuk memecah kemacetan.

Hadi menilai anggaran yang digelontorkan terlalu besar untuk sekedar jalan sementara. Dia menjelaskan biaya sekitar Rp.72 miliar dari APBN hanya untuk 20 hari operasi lebaran merupakan pilihan yang tidak tepat. Hal itu dikarenakan setelah lebaran konstruksi jalan akan dibongkar lagi.

"Sepanjang 120 kilometer panjang ruas jalan tol Brexit sampai Weleri baru 50 persen yang sudah permanen, sekitar 60 kilometer. Artinya akan dibangun 60 kilometer jalan sementara. Jika biaya per kilometer harganya kira-kira Rp 1,2 miliar, total 72 miliar untuk anggaran habis pakai, ini terlalu besar," katanya dalam rilis yang diterima tribun, Rabu (19/4/2017) di Kota Semarang.

Lebih lanjut, Hadi mengatakan bahwa jika ada pilihan lain, sebaiknya uang sebanyak itu digunakan untuk perbaikan jalan nasional di Jateng yang masih banyak rusak. Untuk itu, dia meminta agar pemerintah pusat harus serius dalam hal ini.

"Data Bina Marga, secara umum jalan provinsi banyak lebih baik daripada jalan nasional. Artinya sekarang target operasionalisasi jalan sementara itu harus benar-benar maksimal, jangan hanya memindah kemacetan dari satu titik ke titik lain," ujar legislator PKS ini.

Lebih lanjut, legislator asal daerah pemilihan IV Jateng ini mengingatkan mengenai upaya penanggulangan macet mudik juga perlu diperhatikan. "Masih ingat kita janji presiden saat mudik lalu Jakarta ke Jateng 1,5 jam nyatanya sekian banyak yang meninggal. Ini besok kalau tidak direncanakan bisa saja memindahkan kemacetan brexit kesini," tutupnya.

Sebagai informasi, mega proyek sepanjang 74,2 kilometer sejak Agustus 2016 dengan target waktu pelaksanaan selama 793 hari. Proyek tersebut terdiri dari 5 seksi yakni seksi pertama Batang - Tulis sepanjang 3,2 kilometer, seksi 2 Tulis - Weleri sepanjang 36,35 kilometer, seksi 3 Weleri - Kendal 11,05 kilometer, seksi 4 Kendal - Kaliwungu 13,5 kilometer, dan seksi 5 Kaliwungu - Semarang sepanjang 10,1 kilometer. (*)

Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help