TribunJateng/

Bunga Fix Rate KPR Pengaruhi Penjualan Properti

Indikator pertumbuhan bisnis properti terlihat adanya suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) dari perbankan yang semakin kompetitif khususnya bank

Bunga Fix Rate KPR Pengaruhi Penjualan Properti
tribunjateng/m zainal arifin
Penjaga tenant pameran REI Jateng Expo mengamati replika rumah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Indikator pertumbuhan bisnis properti terlihat adanya suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) dari perbankan yang semakin kompetitif khususnya bank plat merah.

Wakil Ketua REI Jateng Bidang Pameran, Promosi dan Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, bunga KPR pada 2017 ini bisa dikatakan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sejak 2014.

Seperti Bank Negara Indonesia (BNI) yang menawarkan skema bunga KPR hanya 4,5 persen dengan fix rate selama setahun dan dan skema kedua bunga 8,25 persen fix 5 tahun. Di sisi lain, Bank Mandiri juga menawarkan fix rate 5,99 persen selama 2 tahun.

"Fix rate itu yang paling berpengaruh terhadap penjualan properti. Karena yang ditakutkan calon konsumen itu kan fluktuatif rate yang bisa berubah sewaktu-waktu. Dengan adanya bank-bank memberikan fix rate itu tanda kestabilan ekonomi," katanya dalam REI Jateng Expo di Mal Paragon Semarang, Kamis (20/4/2017).

Banyaknya kemudahan fasilitas yang diberikan perbankan pemberi KPR tersebut dirasakan membawa dampak secara langsung ke para pengembang yang bergelut di bidang properti.

Bahkan, tidak kalah kompetitifnya di sektor perumahan bersubsidi atau FLPP. Dari suku bunga 7,5 persen sekarang diturunkan menjadi 5 persen dalam setahun.

"Dengan indikator perekonomian yang membaik ini, maka kami yakin target perjualan tumbuh 20 persen pada 2017 ini akan terkejar. Terlebih dengan didukung suhu politik yang membaik," ucapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help