Kebijakan Pemerintah Pengaruhi Pertumbuhan Perumahan Bersubsidi

Kesulitan lain dalam pertumbuhan pengadaan rumah murah ini, perbankan pemberi KPR FLPP sekarang lebih berhati-hati.

Kebijakan Pemerintah Pengaruhi Pertumbuhan Perumahan Bersubsidi
TRIBUN JATENG/M SYOFRI KURNIAWAN
Maket perumahan milik sebuah pengembang yang ikut REI Expo IV di atrium Mal Paragon Semarang, Kamis (20/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Segmen perumahan bersubsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih kurang bergeliat meski tak terdampak situasi politik nasional.

Namun, kebijakan pemerintah pusat selalu menjadi faktor yang mempersulit pengembang.

"FLPP memang masih potensial tapi kebijakan pemerintah selalu menyulitkan. Kan dananya dari pemerintah," kata Wakil Ketua REI Jateng Bidang Rumah Susun Sederhana, Andi Kurniawan, Kamis (20/4/2017).

Kesulitan lain dalam pertumbuhan pengadaan rumah murah ini, perbankan pemberi KPR FLPP sekarang lebih berhati-hati.

Pasalnya, ada perubahan kebijakan audit yang mengharuskan mereka lebih selektif.

"Mereka hati-hati sekali sehingga pergerakan FLPP tak bisa cepat. Ada ketakutan bank karena sekarang yang audit bukan hanya OJK dan BI melainkan BPK dan LKPP juga," terangnya.

Dari realisasi 2016, perumahan bersubsidi mencapai 14.000 unit di Jawa Tengah.

Target pada 2017, terealisasi 16.000 unit rumah dengan harga maksimal Rp 130-an juta.

"Pada awal tahun ini, sudah terealisasi sekitar 3.000 unit di Semarang dan sekitarnya," tambahnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help