KH Ma'ruf Amin Hadir di MAJT di Semarang Usul Digelar Dialog Nasional Atasi Masalah Kebangsaan

KH Ma'ruf Amin Hadir di MAJT di Semarang Usul Digelar Dialog Nasional Atasi Masalah Kebangsaan, Kamis (20/4/2017)

KH Ma'ruf Amin Hadir di MAJT di Semarang Usul Digelar Dialog Nasional Atasi Masalah Kebangsaan
tribunjateng/m zainal arifin/ist
Ketua Umum MUI Pusat Dr KH Maruf Amin (dua dari kanan) saat memberi pengarahan kepada pengurus MUI Jaqteng dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng, di Aula MAJT. *istimewa 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin menegaskan, Indonesia saat ini hingga ke depan sedang menghadapi pergulatan politik kebangsaan yang semakin ekstrem.

Salah satu pemicunya yakni Pilgub DKI yang beraroma Pilpres, telah menyerat dua kutub kekuatan yang saling bersinggungan yakni antara kekuatan radikal agama dan radikal sekuler.

“Keduanya sebagai kekuatan menyimpang yang tidak sesuai dengan corak masyarakat Indonesia, dan harus diluruskan," katanya saat memberi pengarahan di depan pengurus MUI Jawa Tengah dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah, di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (20/4/2017), seperti dalam rilis.

Bila terlambat mengantisipasi imbasnya, katanya, umat Islam bakal bercerai berai. Maka hal ini menjadi tanggung jawab para ulama, utamanya pengurus MUI di semua level untuk melindungi, menjaga, merawat hingga memberdayakan umat.

Ditegaskan, Pilgub DKI harus diakui telah menguras energi yang besar dari berbagai komponen bangsa. Maka pascapilgub ini, para ulama tidak boleh lengah, ‘mengantuk’ apalagi ‘tertidur’. Harus selalu waspada dalam menjaga dan melindungi umat. Kelengahan atau lalai dapat berakibat fatal bagi umat di lapis bawah.

“Ini menjadi tanggung jawab kita untuk terus mengawal agar umat tidak terbawa arus dari sikap melenceng yang digelorakan kekuatan ekstrem,” ucapnya.

Didampingi Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Ketua DMI Jateng KH Achmad dan Ketua Wantim MUI Jateng H Ali Mufiz MPA, KH Makruf Amin menambahkan, situasi yang terjadi saat ini begitu rumit.

Menurutnya, dua arus pemikiran yang berseberangan menunjukkan cara pandang yang menyimpang hingga menjurus penyesatan terhadap umat. Konsep wasatiyah (moderasi) yang menjadi ruh perjuangan MUI, dimaknai secara berbeda sesuai kepentingan politik masing-masing arus.

"Ini berbahaya sekali. Makna moderat yang benar, tidak ekstrem secara agama tapi juga tidak sekuler. Bayangkan akidah pun dianggap sebagai adonan makanan yang bisa dibuat sesuai selera masing-masing,” tandasnya.

Atas kondisi tersebut KH Ma'ruf Amin berharap, saatnya dilakukan penguatan konsolidasi antarkekuatan bangsa melalui dialog nasional yanag bersifat solutif. Dialog nasional dirasa menjadi solisi untuk memecahkan segala masalah kebangsaan agar kesalahpahaman selesai.

“Teriaknya saya rasa sudah cukup, diganti duduk satu meja untuk mencari solusi terbaik,” pintanya.

Menyinggung hasil Pilgub DKI yang menurut penghitungan cepat dimenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Kiai Ma’ruf mengatakan, hasil itu Allah SWT yang mengatur dan yang punya skenario. Maka, hasil itu harus dapat diterima dengan rasa syukur oleh semua pihak sebagai hasil final.

Sebelumnya, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji dan Ketua DMI Jateng H Achmad mengatakan, kehadiran Kiai Ma’ruf Amin sangat ditunggu oleh umat di Jawa Tengah. Menyangkut banyak hal terkait dengan isu-isu terkini. Tentu, hasil pengarahan tersebut selanjutnya akan disampaikan oleh pengurus kepada umat di Jawa Tengah. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help