Korban Penembakan Razia di Lubuklinggau Buka Mulut, Gambarkan Kengerian di Dalam Mobil

Novianti, menceritakan kembali peristiwa terkait aksi penembakan terhadap sebuah mobil sarat penumpang yang terjadi Selasa (19/4/2017)

Korban Penembakan Razia di Lubuklinggau Buka Mulut, Gambarkan Kengerian di Dalam Mobil
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Novianti, korban penembakan harus menjalani bedah tulang, hingga harus dirujuk ke Palembang. Saudaranya Dewi Arlina juga dirujuk ke Palembang. 

TRIBUNJATENG.COM, LUBUKLINGGAU - Dua dari empat orang korban penembakan yang masih dirawat di RS Sobirin, yaitu Dewi Arlina dan Novianti dirujuk ke Palembang, Rabu (19/4/2017) petang.

Direktur RS Sobirin, dr Harun saat dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (19/4/2017) malam menjelaskan, keduanya dirujuk ke Palembang karena harus menjalani operasi bedah tulang.

Sementara di RS Sobirin memiliki keterbatasan untuk melakukan operasi bedah tulang tersebut.

"Yah, dirujuk ke Palembang, karena kita nggak ada bedah tulang," katanya.

Sedangkan Genta yang masih berusia dua tahun, meski kondisinya lumayan baik, namun kemungkinan dibawa ke Palembang juga.

"Karena, anak tersebut butuh dekat dengan ibunya," kata dr Harun.

Adapun seorang korban lainnya yaitu Diki, baru sudah selesai dioperasi, mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang ditubuhnya.

"Sudah dioperasi. Keadaan umum cukup baik, sedang tahap observasi pemulihan," kata dr Harun.

Kisah Novianti

Novianti, menceritakan kembali peristiwa terkait aksi penembakan terhadap sebuah mobil sarat penumpang yang terjadi Selasa (19/4/2017) malam lalu di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Menurutnya mereka sudah mengingatkan sopir untuk berhenti namun sopir tidak mendengarkan.

Ditanya berapa jumlah tembakan yang diarahkan ke mobil yang ia dan keluarganya tumpangi, Novianti menjawab banyak.

Tembakan masih berlangsung meski mobil sudah berhenti.

Lihat rekamannnya:

(*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help