PSIS Semarang

Manajemen PSIS Gelar Sosialisasi Law of The Game Jelang Melawat ke Persipur

Menghadapi kompetisi Liga 2, PSIS Semarang terus melakukan persiapan baik dalam porsi latihan maupun teknis

Manajemen PSIS Gelar Sosialisasi Law of The Game Jelang Melawat ke Persipur
Tribun Jateng/Galih Priatmojo
Manajemen PSIS Gelar Sosialisasi Law of The Game Jelang Melawat ke Persipur 

TRIBUNJATENG.COM - Menghadapi kompetisi Liga 2, PSIS Semarang terus melakukan persiapan baik dalam porsi latihan maupun teknis.

Perihal urusan teknis, manajemen PSIS Semarang jelang melawat ke markas Persipur Purwodadi berinisiatif untuk melakukan sosialisasi terkait aturan pertandingan atau Law of The Game.

Kegiatan sosialisasi dipusatkan di ruang rapat Stadion Jatidiri diikuti oleh seluruh pemain baik PSIS senior maupun PSIS U 23 yang didampingi oleh komisi wasit Asprov PSSI Jateng.

Anggota komisi wasit Asprov PSSI Jateng, Suprihatin mengungkapkan ada sebanyak 17 aturan baru yang telah diterbitkan mengenai pertandingan untuk musim ini. Macam aturan tersebut mulai dari teknis atribut pakaian pemain ketika pertandingan hingga mengenai aturan yang terkait soal pelanggaran.

"Iya jadi kegiatan ini merupakan inisiatif dari klub dan saya sangat mengapresiasi itu. Adapun sosialisasi terkait aturan aturan baru untuk musim ini. Ada sebanyak 17 aturan baru diantaranya yang cukup krusial yakni soal pelanggaran dan teknis saat pertandingan seperti pinalti dan offside," terangnya, Kamis (20/4/2017).

Dijelaskan mengenai soal offside, pada aturan offside lama hanya menegaskan pemain yang dalam posisi offside tidak boleh menerima atau memainkan bola. Tetapi berbeda, di aturan baru menyebutkan, pemain yang dalam posisi offside dan bergerak ke arah bola dengan niat memainkan bola, atau mengganggu usaha lawan membersihkannya, akan terkena hukuman kartu kuning.

"Ini yang harus dipahami pemain. Dengan niatan mengganggu saja tanpa menyentuh bola bisa kena pelanggaran," jelasnya.

Ia menyebut kegiatan sosialisasi seperti ini sudah semestinya dilakukan oleh tim peserta agar saat pertandingan pemain sudah memahami dan bisa menjaga kondusivitas.

"Sebetulnya kegiatan seperti ini itu insiatif klub. Kami dari Asprov pun siap kapanpun tinggal menunggu kebijakan klub masing masing. Sebab ini dibilang penting ya penting karena menyangkut kondusivitas dalam pertandingan juga kan nanti. Jangan sampe protes tapi ternyata dia ga tau aturannya sudah berubah," tandasnya. 

(*)

Penulis: galih priatmojo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help