TribunJateng/

OJK Jateng-DIY Temukan Kerugian UN Swissindo di Pantura Timur dan Semarang Rp 27,930 Miliar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jateng-DIY mendeteksi adanya operasional UN Swissindo di Kota Semarang

OJK Jateng-DIY Temukan Kerugian UN Swissindo di Pantura Timur dan Semarang Rp 27,930 Miliar
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN
OJK Regional III Jawa Tengah-DIY 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jateng-DIY mendeteksi adanya operasional UN Swissindo di Kota Semarang. OJK mengimbau masyarakat untuk tidak bergabung dengan perusahaan tersebut.

UN Swissindo merupakan satu entitas atau perusahaan yang dinyatakan ilegal karena kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau kegiatan usaha keuangan yang dilakukan tidak memiliki izin dari otoritas manapun. Dalam kegiatannya, UN Swissindo berdalih menawarkan janji pelunasan kredit.

"Yang terbaru, ada di Semarang. Tapi sudah kami tangani dan kami hitung kerugiannya berdasarkan laporan dari IJK (industri jasa keuangan--red) dan nasabah," kata Deputi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan Perizinan OJK KR 3 Jateng-DIY, Rusly Albas, kepada Tribun Jateng, Rabu (19/4/2017).

Rusly yang juga anggota Satgas Waspada Investasi (SWI) ini enggan memaparkan lebih banyak mengenai operasional UN Swissindo di Kota Semarang. Hanya saja, ia meminta kepada nasabah, perbankan dan IJK lainnya untuk melaporkan jika menemukan aktivitas UN Swissindo maupun perusahaan sejenisnya.

Temuan UN Swissindo di Semarang ini hasil pengembangan dari penanganan yang dilakukan di beberapa daerah di eks Karesidenan Pati, beberapa waktu lalu.

Yang mana jika ditotal, OJK Jateng-DIY menerima laporan dari 49 IJK yang terdiri 7 bank umum, 40 BPR, 1 perusahaan pembiayaan dan 1 permodalan nasional madani (PNM), yang terkena dampak UN Swissindo atau perusahaan sejenis di eks Karesidenan Pati dan Semarang.

"Jumlah nasabah yang dilaporkan sebanyak 202 orang. Kemudian jumlah kredit atau pembiayaan yang dijanjikan mendapat jaminan dari UN Swissindo atau sejenisnya sebesar Rp 27,930 miliar," ungkapnya.

Ia menuturkan, jumlah tersebut diperoleh dari penghitungan kerugian yang dilakukan hingga akhir Maret lalu. IJK berani melaporkan usai dilakukan sosialisasi menyikapi penawaran investasi ilegal yang digelar Satgas Waspada Investasi (SWI) di Pati, akhir Februari lalu.

Banyaknya laporan yang masuk, kata Rusly, karena kesadaran dari para nasabah jika kegiatan UN Swissindo ilegal.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help