TribunJateng/

Pantau Pilkada DKI, Ganjar Mengaku Jawa Tengah Ikut 'Gembrobyos'

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengaku heran dengan banyaknya warga Jawa Tengah yang ke DKI Jakarta

Pantau Pilkada DKI, Ganjar Mengaku Jawa Tengah Ikut 'Gembrobyos'
tribunjateng/dok
HEBOH Plt Bupati Pati Hilang Tanpa Jejak, Ribuan PNS Terancam Nggak Gajian FOTO Gubernur Ganjar Pranowo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengaku heran dengan banyaknya warga Jawa Tengah yang ke DKI Jakarta saat jelang hingga hari pemungutaan suara Pilkada DKI, Rabu (19/4/2017) lalu.

Termasuk saat mengetahui hasil hitung cepat hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei.

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan pengarahan usai melantik Penjabat (PJ) Bupati Batang Siswo Laksono, di gedung Gradhika Bhakti Praja, komplek kantor Gubernur Jateng, Kamis (20/4/2017).

Awalnya, ia menyinggung mengenai hasil Pilkada Batang Februari 2017 lalu. Bahwa para calon kepala daerah yang kalah, diharap bisa menerima hasil yang ada. Termasuk diminta ikut menjaga kondusifitas wilayah. Kemudian Ganjar menyinggung mengenai Pilkada DKI Jakarta.

"Seperti di DKI, itu ya Jawa Tengah ikut 'gembrobyos' (keringat dingin bercucuran,Red) ini, kabeh wong podo iyik kabeh. Mbok sabar, Jateng kan 2018 (Pilgub Jateng,Red), mbok sabar, kok podo melu neng Jakarta kabeh ki ngopo to (kok banyak yang ikut ke Jakarta itu kenapa sih,Red)," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, suasana panas di Pilkada DKI juga diakui menular sampai Jawa Tengah. Pasalnya, sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Jawa Tengah mulai kepolisian, TNI, hingga kejaksaan turut serta.

"Nganti nular sampai teng mriki niki (sampai menular sampai di sini,Red), nganti Forkopinda mulai Polisi, TNI, Kejaksaan, melu ubet," katanya.

Ia mengaku kebingungan mencari cara agar gaduh yang terjadi selama Pilkada di DKI tak menular sampai di Jawa Tengah. Yakni tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta tak menyinggung mengenai isu SARA.

"Iki piye carane ngandani ben wong Jawa Tengah ben ora ketularan (Ini bagaimana caranya memberitahu agar orang Jawa Tengah tidak ketularan,Red), niku pentinge persatuan dan kesatuan, kulo nderek titip," ungkap Ganjar.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, inilah pentingnya menjaga dan merawat Negara. Bagaimana caranya agar hubungan antar sesama warga negara saling mengasihi, menghormati dan menghargai.

"Negoro kudu dirawat tur kudu diruwat, piye carane ben hubungan masyarakat niku sahe (supaya hubungan masyarakat baik,Red). Jangan dipecah belah, dipaksakan harus sama itu tidak bisa, wong awake dewe mulai lahir sampun bedo (kita sejak lahir sudah beda,Red)," kata Ganjar.

Ia berharap, kondisi itu menjadi pembelajaran bagi waktu mendatang. Polarisasi isu yang sensitif diharap jangan sampai berlebihan. "Kita kan belajar jangan sampai isu SARA menjadi luar biasa. Kita belajar semuanya lah," ujarnya.

(*)

Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help